Kajeng Keliwon Pemelastali Momen Pembersihan Sifat Buruk Manusia
- 01 Apr 2026 10:23 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Penyuluh Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Putu Suana, S.Ag., M.Si., menjelaskan bahwa Kajeng Keliwon Pemelastali, merupakan momentum krusial bagi umat Hindu, untuk melepaskan ikatan sifat buruk demi menyucikan pikiran. Penjelasan tersebut disampaikan langsung ketika berbincang dalam program acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 31 Maret 2026.
Suana menambahkan sebelum menyambut hari suci Saraswati yang datang setiap 210 hari pada Wuku Watugunung, umat Hindu melakukan persembahyangan khusus pada Kajeng Kliwon Pemelastali. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pembersihan mental (psikis), agar manusia siap menerima anugerah ilmu pengetahuan suci, pada hari raya Saraswati mendatang.
Secara etimologi, nama Pemelastali berasal dari kata Pamelas yang berarti melepaskan dan Tali yang bermakna ikatan, sehingga ritual ini secara mendalam melambangkan upaya manusia memutus belenggu ego yang selama ini menghambat kemajuan spiritual.” Makna utama Pemelastali adalah momentum untuk memutuskan atau melepaskan ikatan sifat-sifat buruk dalam diri manusia, terutama sifat Ahamkara atau kesombongan yang berlebihan," ujar Suana.
Suana menekankan bahwa tanpa melakukan pembersihan "wadah" atau diri sendiri terlebih dahulu, maka ilmu pengetahuan yang diterima nantinya, tidak akan bisa meresap dan bermanfaat secara maksimal bagi kehidupan. Selain melawan kesombongan, umat juga diajak untuk menundukkan Sad Ripu atau enam musuh dalam diri, seperti kemarahan dan iri hati agar keseimbangan batin tetap terjaga di tengah dinamika kehidupan modern.
Pembersihan tersebut dianggap sebagai fondasi dasar yang sangat penting, karena kekuatan fisik dan kecerdasan intelektual tanpa pengendalian diri, hanya akan membawa seseorang menuju jurang kehancuran. Pada malam hari saat Kajeng Keliwon pemelastali, masyarakat Bali umumnya meningkatkan kewaspadaan spiritual dengan tidak melakukan aktivitas luar ruangan yang tidak perlu.
Hal ini dilakukan karena malam tersebut dipercaya sebagai waktu bertemunya berbagai kekuatan mistis, sehingga umat fokus menghaturkan sesaji untuk memohon perlindungan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. "Hari ini adalah waktu yang sangat tepat bagi setiap individu untuk melakukan introspeksi mendalam dan membuang kebiasaan buruk agar kita siap menerima anugerah kebijaksanaan,"tutup Suana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....