Panca Srada, Lima Keyakinan Sebagai Landasan Keimanan

  • 27 Mar 2026 08:48 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Program siaran Surya Puja edisi Jumat, 27 Maret 2026 menghadirkan Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Darma Putra, yang membahas pentingnya Panca Srada dalam memperkuat Tri Kerangka Agama Hindu. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa Panca Srada merupakan lima dasar keyakinan umat Hindu yang meliputi Brahman, Atman, Karmaphala, Samsara, dan Moksa sebagai landasan utama keimanan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Brahman adalah sumber dari segala sesuatu dan menjadi realitas tertinggi, sementara Atman merupakan percikan kecil dari Brahman yang ada dalam setiap makhluk hidup. Hubungan keduanya menegaskan bahwa kehidupan bersumber dari Tuhan dan menjadi dasar spiritual umat Hindu dalam menjalani kehidupan.

“Karmaphala merupakan hukum sebab akibat dari setiap perbuatan manusia, yang hasilnya akan diterima baik di kehidupan sekarang maupun yang akan dating,” jelas Darma Putra. Ia memaparkan, bahwa konsep ini mengajarkan umat untuk selalu berbuat baik karena setiap tindakan akan membawa konsekuensi yang tidak terelakkan.

Samsara atau punarbhawa merupakan siklus kelahiran kembali yang terjadi akibat keterikatan Atman terhadap duniawi. Namun demikian, siklus ini tidak sepenuhnya negatif karena memberikan kesempatan bagi manusia untuk memperbaiki diri dan menyempurnakan karma menuju kehidupan yang lebih baik.

Moksa menjadi tujuan akhir dalam ajaran Hindu, yaitu terbebas dari siklus kelahiran kembali dan bersatu dengan Brahman. Tingkatan moksa dijelaskan mulai dari jiwa mukti, videha mukti, hingga purna mukti sebagai pencapaian spiritual tertinggi.

“Penerapan Panca Srada mampu memperkuat Tri Kerangka Agama Hindu yang terdiri dari tattwa, susila, dan upacara,” tegas Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Gianyar tersebut. Melalui pemahaman tattwa, umat tidak hanya percaya tetapi juga memahami secara rasional ajaran agama yang diyakini.

Dalam aspek susila, umat diajak untuk menerapkan nilai-nilai etika seperti Tri Hita Karana dan Tat Twam Asi dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran ini menekankan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.

Sementara dalam aspek upacara, pelaksanaan yadnya atau persembahan dilakukan dengan ketulusan dan kesucian hati sesuai kemampuan masing-masing. Nilai-nilai seperti kebenaran, kedamaian, pelayanan, tanpa kekerasan, dan cinta kasih menjadi landasan penting dalam setiap pelaksanaan upacara keagamaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....