Kresna Brahmacari Mengajarkan Nilai-nilai Kesucian dan Pengendalian Diri

  • 25 Mar 2026 07:49 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Penyuluh Kementerian Agama Kota Denpasar, Ida Bagus Gede Bawa Adnyana, dalam program Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar edisi Rabu, 25 Maret 2026, memaparkan bahwa Kresna Brahmacari merupakan jalan spiritual yang dapat menuntun umat Hindu menuju kebahagiaan sejati. Ia menjelaskan bahwa konsep ini berakar pada ajaran Catur Asrama yang menempatkan masa Brahmacari sebagai tahap awal pembentukan karakter dan pencarian ilmu pengetahuan.

Menurutnya, pendidikan spiritual telah dimulai sejak dalam kandungan dan berlanjut dalam lingkungan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter. Ilmu pengetahuan dipandang sebagai sarana untuk mengatasi kebodohan (awidya) dan membimbing manusia dalam menjalankan Dharma.

Ia juga menguraikan tahapan kehidupan selanjutnya yakni Grahasta, Wanaprastha, dan Sannyasa yang masing-masing memiliki peran dalam perjalanan spiritual manusia. Dalam kehidupan berumah tangga, suami dan istri memiliki kewajiban yang saling melengkapi guna mewujudkan keluarga yang harmonis dan sejahtera.

“Konsep Brahmacari memiliki beberapa jenis seperti Sukla, Sewala, dan Tresna Brahmacari yang mencerminkan pilihan hidup seseorang dalam menjalani perkawinan dan pengabdian”, ungkap Bawa. Ia menambahkan, tahapan Wanaprastha dan Sannyasa menekankan pentingnya pengendalian diri serta pengabdian penuh kepada Tuhan.

Dalam konteks Kresna Brahmacari, terdapat empat bentuk penyatuan dalam perkawinan yakni Sarira, Manasa, Jiwa, dan Atma Wiwaha. Keempatnya mencerminkan bahwa perkawinan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyatukan pikiran, perasaan, dan spiritualitas pasangan.

“Keharmonisan rumah tangga hanya dapat tercapai apabila terdapat keselarasan visi, kasih sayang, serta kesatuan jiwa antara suami dan istri”, tegas Penyuluh Agama Hindu Kota Denpasar tersebut. Menurutnya, prinsip ini sejalan dengan tujuan perkawinan menurut undang-undang yakni membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Selain itu, Kresna Brahmacari juga mengajarkan nilai-nilai kesucian, pengendalian diri, pengabdian, kesederhanaan, dan kebaikan terhadap semua makhluk. Nilai-nilai ini menjadi dasar dalam mencapai kebahagiaan sejati serta membangun kehidupan yang selaras dengan ajaran Dharma.

Bawa Adnyana menambahkan bahwa dalam kehidupan sosial dan budaya Bali, konsep ini juga tercermin dalam praktik seperti sistem Subak yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana. Filosofi tersebut menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam sebagai kunci kesejahteraan.

“Dalam pembinaan keluarga, orang tua memiliki peran penting dalam mendidik anak dengan kasih sayang, nilai ahimsa, serta pendidikan Dharma sejak dini”, ungkapnya. Dijelaskan, bahwa hal ini dilakukan melalui pembiasaan hidup sehat, upacara keagamaan, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pemahaman dan penerapan Kresna Brahmacari, masyarakat diharapkan mampu menjalani kehidupan secara seimbang antara duniawi dan spiritual. Dengan demikian, kebahagiaan sejati dapat tercapai melalui kesadaran, pengendalian diri, dan pengabdian kepada Tuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....