Dikatakan Badak, Kapuk Justru Jadikan Kritik sebagai Motivasi
- 24 Mar 2026 09:58 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Tabanan – I Gede Made Ari Marantika (30) sosok pelawak muda asal Banjar Wani, Kerambitan, Tabanan, yang dikenal dengan nama panggung Kapuk mulai mencuri perhatian publik. Dengan ciri khas kepala botak dan postur tubuh besar, Kapuk berhasil menghadirkan warna tersendiri di dunia hiburan Bali.
Kapuk dikenal sebagai komedian dengan gaya humor sederhana namun mengena. Penampilannya yang unik kerap menjadi daya tarik tersendiri, dipadukan dengan materi komedi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Hal ini membuatnya mudah diterima oleh berbagai kalangan. "Saya lebih senang menggunakan bahan lawakan yang realita, karena humor yang berasal dari kehidupan nyata memiliki kekuatan tersendiri untuk mengundang tawa sekaligus menyampaikan pesan," tuturnya.
Ia juga mengatakan di awal kariernya tidak selalu mendapat sambutan hangat dari penonton. Bahkan, cemoohan kerap ia terima saat tampil di atas panggung. “Awalnya banyak cemoohan yang saya terima dari penonton, pernah di suatu pentas saya dibilang seperti badak oleh penonton karena memang betul postur saya seperti badak,” tuturnya sambil tertawa
Meski demikian, hal tersebut tidak membuatnya patah semangat. Justru, pengalaman tersebut dijadikan sebagai motivasi untuk terus berkembang dan memperkuat karakter panggungnya." Kalau menjadi pelawak atau bondres kita harus berani di kritik, karena kritikan itu merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter, " ucapnya.
" Saya berharap langkah ini dapat menginspirasi generasi muda untuk berani berkarya dan mengekspresikan diri melalui seni, khususnya bondres atau lawak. Saya juga berpesan kepada teman yang mempunyai keunikan seperti saya dengan postur tubuh besar, tidak perlu malu untuk berkarya di dunia seni, justru, dari kekurangan kita bisa jadikan modal sebagai kekuatan yang menghibur orang banyak ," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....