Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Nyejer 11 Hari, Puncak 2 April 2026

  • 20 Mar 2026 20:25 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Bangli – Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Bangli, tahun 2026 digelar selama hampir satu bulan, mulai 20 Maret hingga 16 April 2026. Puncak upacara jatuh pada 2 April 2026, dengan Ida Bhatari-Bhatara nyejer selama 11 hari.

Hal tersebut disampaikan Jero Penyarikan Duuran Batur dalam Paruman Agung Ngusaba Kadasa yang berlangsung di Madya Mandala Pura Ulun Danu Batur. Ia menjelaskan, masa nyejer berlangsung pada 1 hingga 12 April 2026 sebagai rangkaian inti pujawali.

“Puncak upacara dilaksanakan 2 April 2026, didahului rangkaian inti sejak 1 April, dilanjutkan berbagai upacara hingga 4 April,” ujarnya.

Rangkaian inti meliputi Bakti Pangodal, Pangangsuh, dan Pepada Wewalungan pada 1 April, dilanjutkan puncak karya pada 2 April. Selanjutnya, 3 April digelar Wayon Agung dan Pepada Penek, serta 4 April dilaksanakan rangkaian ritual Nebengin, Ngabuangin, dan Maider Gita.

Secara keseluruhan, rangkaian upacara diawali dengan Netegang Karya pada 20 Maret, dilanjutkan Pujawali di Pura Gunalali pada 29 Maret dan di Merajan Agung Bukitan-Bukutan pada 31 Maret. Setelah puncak karya, kegiatan dilanjutkan dengan Bakti Panganyar dari kabupaten/kota se-Bali pada 5–11 April.

Pada 12 April dilaksanakan Bakti Pepranian sekaligus prosesi ngeluhur. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan ritual ke Pura Dalem Balingkang pada 15 April, dan ditutup dengan Bakti Patetami pada 16 April 2026. Panitia mengimbau umat (pemedek) untuk menjaga kebersihan kawasan pura dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Umat juga diminta membawa tempat tirta sendiri yang dapat digunakan kembali. Selain itu, masyarakat yang ingin ngayah dipersilakan berkoordinasi dengan panitia agar dapat dijadwalkan dengan baik.

Sementara itu, Asisten I Setda Kabupaten Bangli, Made Ari Pulasari, mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan adat serta rekayasa lalu lintas selama pelaksanaan upacara. “Karena keterbatasan parkir dan jalur, kami bersama Polres dan Kodim telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para pedagang agar menaati aturan yang telah ditetapkan desa adat guna menjaga kenyamanan pemedek. Hal senada disampaikan Kapolsek Kintamani, Kompol Made Dwi Puja Rimbawa, yang meminta masyarakat mengikuti pengaturan lalu lintas demi kelancaran persembahyangan.

“Silakan ikuti rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan agar kegiatan berjalan lancar dan aman,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....