Nyepi Jaga Keseimbangan Alam Melalui Penghentian Aktivitas

  • 18 Mar 2026 18:48 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Penyuluh Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Gianyar , I Ketut Wintenaya,S.Ag.,M.Pd.H., memaparkan bahwa filosofi Nyepi mengandung makna mendalam, dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan alam semesta. Melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian, umat Hindu secara tidak langsung memberikan waktu istirahat bagi bumi, untuk melakukan pemulihan ekosistem secara alami tanpa gangguan aktivitas manusia.

Ia menegaskan bahwa keseimbangan ini sangat penting agar alam tetap terjaga kelestariannya, sebagai sumber kehidupan utama bagi seluruh makhluk hidup di dunia."Nyepi memiliki filosofi dan makna menjaga hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam, demi terciptanya kedamaian serta keseimbangan hidup," jelas Wintenaya dalam program acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 17 Maret 2026.

Wintenaya mengungkapkan kondisi tanpa asap kendaraan, tanpa penggunaan listrik, serta ketiadaan aktivitas industri selama 24 jam penuh, menciptakan dampak positif yang signifikan bagi kualitas udara dan lingkungan. Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa penguasaan diri manusia dalam skala besar, mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan planet yang kian terbebani oleh rutinitas harian.

Wintenaya menyebutkan bahwa Hari raya Nyepi menjadi inspirasi bagi semua orang, untuk lebih menghargai kedamaian dan keseimbangan dalam hidup, terutama dalam menjaga bumi ini. Dengan berdiam diri di dalam rumah, manusia diajak untuk menyadari kembali ketergantungan mereka terhadap kelestarian lingkungan, yang seringkali terabaikan demi kepentingan materi.

Filosofi ini mengajarkan bahwa kemajuan peradaban, tidak boleh mengorbankan kelestarian alam, sehingga diperlukan waktu khusus, untuk kembali menyelaraskan energi manusia dengan energi alam semesta. Keheningan total yang tercipta bukan hanya untuk kesucian batin, melainkan juga sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada Ibu Pertiwi, yang telah menyediakan segala kebutuhan hidup.

Wintenaya menekankan kesadaran spiritual ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi untuk memulihkan energi alam semesta."Melalui momen refleksi ini, umat Hindu diajak untuk memulai tahun baru dengan pikiran yang lebih jernih dalam memperlakukan alam secara lebih bijaksana,"tutup Wintenaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....