Catur Brata Penyepian jadi Refleksi Diri Umat Hindu
- 18 Mar 2026 18:44 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Penyuluh Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Gianyar , I Ketut Wintenaya,S.Ag.,M.Pd.H., menekankan pentingnya pelaksanaan empat pantangan utama atau Catur Brata Penyepian, sebagai momentum introspeksi diri bagi umat Hindu pada. Hal tersebut ia sampaikan ketika berbincang dalam program acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 17 Maret 2026.
Wintenaya menjelaskan bahwa keheningan yang tercipta selama 24 jam ini, bertujuan agar setiap individu dapat mengevaluasi diri, dan meninggalkan sejenak segala hiruk-pikuk aktivitas duniawi yang melelahkan.” "Nyepi mengajak kita untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan melakukan refleksi mendalam guna mengevaluasi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik di tahun mendatang,"ujar Wintenaya.
Ia mengungkapkan Catur Brata Penyepian tersebut terdiri dari Amati Geni atau tidak menyalakan api, Amati Karya yaitu tidak bekerja, Amati Lelungan atau tidak bepergian, serta Amati Lelanguan yang berarti tidak bersenang-senang. Penerapan disiplin ini menciptakan suasana sunyi yang mendalam, sehingga memungkinkan umat untuk merenung dengan pikiran yang lebih jernih dan tenang di dalam kediaman masing-masing.
Dengan menjalankan pantangan-pantangan tersebut, umat diajak untuk mengendalikan hawa nafsu dan keinginan duniawi demi mencapai keseimbangan batin yang lebih kuat. Menurut Wintenaya efek dari pelaksanaan brata ini, tidak hanya terasa secara spiritual tetapi juga berdampak pada lingkungan sekitar, yang mendapatkan kesempatan untuk "bernafas" dari polusi dan kebisingan.
Wintenaya menambahkan penghentian total aktivitas fisik ini, menjadi bukti nyata bagaimana manusia dapat berkorban demi menjaga keselarasan alam semesta yang telah memberikan banyak manfaat bagi kehidupan. Introspeksi yang dilakukan dalam keheningan total ini, diharapkan mampu membersihkan hati dan pikiran dari segala noda serta kesalahan, yang telah dilakukan sepanjang tahun sebelumnya.
Melalui penguasaan diri yang ketat, umat Hindu membuktikan bahwa kekuatan mental dan ketenangan spiritual,jauh lebih berharga daripada kesenangan duniawi yang bersifat sementara."Inti dari Nyepi adalah pengendalian diri melalui empat pantangan utama, demi terciptanya kedamaian dan keseimbangan antara manusia dengan sang pencipta. Nilai-nilai kedisiplinan inilah, yang menjadikan Nyepi sebagai hari suci yang unik, dan penuh dengan makna edukasi bagi kemanusiaan secara luas” tutup Wintenaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....