Mengenal Pura Pucak Bukit Sari Sangeh

  • 17 Mar 2026 09:03 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID., Denpasar : Berkunjung ke Sangeh Mongkey Forest kita tidak hanya disuguhi pemandangan Hutan Pala yang menyejukkan, tetapi juga satwa keranya. Sebagai hutan yang dikeramatkan tidak mengherankan di dalam hutan ini juga terdapat tempat yang sangat disucikan oleh Masyarakat Sangeh. Tempat suci ini bernama Pura Pucak Bukit Sari. Pura Pucak Bukit Sari berlokasi di Tengah Hutan Alas Pala Sangeh. Keberadaan pura ini ada hubungannya dengan kedatangan Raja Mengwi ke Sangeh kala itu, seperti yang dituturkan oleh Staff Pengelola Sangeh Mongkey Forest, I Kadek Surya Pranata.

“Histori Pura Pucak Bukit Sari berawal dari hutan Pala yang berjalan yang mau ke Kerajaan Mengwi, tetapi tidak jadi. Maka dari itu Raja Mengwi yang kemudian datang ke sini. Di tempat ini beliau beryoga. Beliau akhirnya mendapat wangsit sehingga dibangunlah sebuah pura di sini yang namanya Pura Pucak Bukit Sari”.

Pelinggih-pelinggih yang ada di Pura Pucak Bukit Sari ini berjumlah 15. Pelinggih utama di pura ini adalah Meru Tumpang 9 dan Padmasana. Di Pura ini juga ada pelinggih persimpangan Dalem Sidakarya dan Persimpangan Pura Besakih, kata Surya Pranata ketika diwawancarai oleh RRI Denpasar di Sangeh Mongkey Forest belum lama ini.

Pujawali atau piodalan di Pura Pucak Bukit Sari ini dilangsungkan 14 hari sebelum Galungan atau Buda Manis Julungwangi. Piodalannya dilaksanakan setiap 6 bulan sekali. Kemudian untuk pelaksanaan piodalannya, 6 bulan pertama piodalan kecil dan 6 bulan berikutnya piodalan besar. Kalau piodalan kecil pelaksanaannya hanya sehari. Jika piodalan besar pelaksanaannya sampai 3 hari, lanjutnya.

“Untuk pengempon Pura Pucak Bukit Sari adalah Desa Sangeh. Di wilayah Sangeh terdiri dari 8 banjar dinas. Namun untuk pengempon pura hanya 5 banjar adat. Banjar-banjar pengempon Pura Pucak Bukit Sari, diantara Banjar Batu Sari, Banjar Muluk Babi, Banjar Brahmana, Banjar Sibang dan Banjar Pemijian”, tambahnya.

Upakara yang dihaturkan pada saat piodalan di Pura Pucak Bukit Sari berbeda sesuai dengan pelaksanaan piodalannya. Jika piodalannya besar, upakara atau bantennya lumayan banyak. Jika piodalan kecil, upakara atau bantennya tidak terlalu banyak. Pada saat piodalan kecil biasanya pengempon itu secara bergilir menghaturkan piodalan. Jadi hanya 1 banjar yang bertugas menghaturkan piodalan. Contohnya sekarang giliran Banjar Brahmana. Sedangkan untuk piodalan besar baru semua banjar yang bertugas menghaturkan piodalan atau secara bersamaan, ungkapnya.

Dana untuk melaksanakan piodalan di Pura Pucak Bukit Sari selama ini didapatkan dari pemasukan tiket Sangeh Mongkey Forest. Pemasukan dari tiket ini disisihkan untuk melaksanakan piodalan. "Sebelum uang ini digunakan untuk piodalan maka disimpan dulu di kas desa, "pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....