Upacara Potong Gigi Ingatkan Umat Hindu Kendalikan Sadripu

  • 12 Mar 2026 11:37 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, Sang Ayu Asri Laksmi Dewi, dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar edisi Kamis, 12 Maret 2026, menjelaskan bahwa upacara potong gigi merupakan bagian dari Manusa Yadnya dalam ajaran Hindu. Upacara ini bertujuan menyucikan manusia pada tahap kedewasaan sekaligus menuntun umat mengendalikan enam sifat negatif dalam diri yang dikenal sebagai Sadripu.

Laksmi Dewi menyampaikan, secara lahiriah upacara ini dilakukan dengan memotong enam gigi bagian atas, yakni empat gigi seri dan dua gigi taring. Secara spiritual, prosesi tersebut melambangkan usaha manusia mengendalikan enam musuh dalam diri yaitu kama, loba, kroda, mada, moha, dan matsarya.

Dalam penjelasannya, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Badung tersebut menegaskan bahwa musuh terbesar manusia sesungguhnya bukan orang lain, melainkan diri sendiri yang belum mampu mengendalikan hawa nafsu. Karena itu, upacara potong gigi menjadi pengingat agar manusia terus berlatih mengendalikan pikiran, ucapan, dan perbuatan sesuai ajaran dharma.

Secara mitologi, dasar pelaksanaan upacara ini berkaitan dengan kisah Bhatara Siwa dan kelahiran Bhatara Kala yang tertuang dalam Lontar Kala Tatwa. Dalam cerita tersebut, pemotongan gigi taring melambangkan pelepasan sifat keraksasaan agar manusia dapat menjadi pribadi yang lebih suci dan bijaksana.

“Upacara potong gigi umumnya dilaksanakan ketika seseorang telah beranjak dewasa sebagai simbol peralihan dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan”, ungkap Laksmi Dewi. Ia menambahkan, orang tua memiliki kewajiban melaksanakan upacara ini sebagai bagian dari upaya membimbing anak menjadi manusia yang utama secara jasmani maupun rohani.

Di era modern, Sadripu dinilai hadir dalam bentuk yang lebih halus seperti iri hati melalui media sosial, keserakahan akibat budaya konsumtif, serta gaya hidup instan yang melemahkan pengendalian diri. Karena itu, upacara potong gigi tidak hanya dipahami sebagai ritual, tetapi juga sebagai pengingat untuk terus melatih pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pemahaman filosofi tersebut, umat Hindu diharapkan tidak hanya menjalankan upacara secara lahiriah, tetapi juga menghayati makna spiritualnya. Dengan demikian, upacara potong gigi menjadi simbol perjuangan manusia untuk menumbuhkan kesadaran, meredam sifat negatif, serta berjalan di jalan dharma.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....