Panca Srada Memperkuat Pelaksanaan Tri Kerangka Agama Hindu
- 06 Mar 2026 08:24 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Penyuluh Agama Hindu dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Darma Putra, dalam program Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar Jumat 6 Maret 2026 menyampaikan bahwa Panca Srada merupakan dasar keyakinan umat Hindu yang sangat penting dalam memperkuat pelaksanaan Tri Kerangka Agama Hindu. Panca Srada terdiri dari lima keyakinan utama yaitu Brahman, Atman, Karmaphala, Samsara atau Punarbhawa, serta Moksa sebagai tujuan akhir kehidupan.
Darma Putra menjelaskan bahwa keyakinan terhadap Brahman menegaskan adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai sumber dari segala kehidupan. Sementara Atman dipahami sebagai percikan suci dari Brahman yang ada dalam setiap makhluk hidup dan menjadi sumber kehidupan.
Selanjutnya Karmaphala mengajarkan bahwa setiap perbuatan manusia akan menghasilkan akibat yang sesuai dengan tindakan yang dilakukan. Hukum sebab-akibat ini menjadi pedoman moral agar manusia senantiasa berbuat baik dalam kehidupan.
Selain itu dijelaskan pula konsep Samsara atau Punarbhawa yang merupakan keyakinan terhadap kelahiran kembali sebagai akibat dari karma yang belum terselesaikan. Melalui kelahiran kembali, manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki perbuatannya hingga akhirnya mencapai Moksa.
Moksa merupakan tujuan tertinggi dalam ajaran Hindu yaitu terbebas dari siklus kelahiran kembali dan bersatu dengan Brahman. Untuk mencapai tujuan tersebut, umat Hindu perlu memahami dan mengamalkan Tri Kerangka Agama Hindu yang meliputi tattwa, susila, dan upacara.
“Pemahaman tattwa memberikan landasan filsafat agar umat tidak hanya percaya tetapi juga memahami makna ajaran agama secara mendalam,” ungkap Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Gianyar tersebut. Ditambahkan, dengan pemahaman tersebut, keyakinan terhadap Panca Srada menjadi lebih kuat dan dapat dijalankan secara sadar serta bertanggung jawab.
Sementara itu susila atau etika mengajarkan perilaku hidup yang baik dan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta alam semesta. Prinsip ini juga sejalan dengan ajaran Tri Hita Karana dan Tat Twam Asi yang menekankan pentingnya saling menghargai dan menghormati sesama makhluk hidup. Sedangkan upacara merupakan bentuk pengabdian dan persembahan suci kepada Tuhan yang dilaksanakan dengan ketulusan hati. Melalui pelaksanaan yadnya yang disesuaikan dengan desa, kala, dan patra, umat Hindu diharapkan mampu menjaga keseimbangan hidup serta meningkatkan kualitas spiritual.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....