Makna Simbolis Tikar Dadakan dalam Ritual Pernikahan Bali
- 05 Mar 2026 10:22 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Dalam prosesi pernikahan Hindu di Bali, setiap gerakan dan sarana upacara,memiliki makna filosofis mendalam yang melambangkan penyucian energi,sebelum pasangan memulai kehidupan biologis. Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Dr. I Nyoman Arya, S.Ag.,M.Pd.H., mengungkapkan salah satu ritual yang sarat makna, namun jarang dipahami secara mendalam oleh generasi milenial, adalah penggunaan tikar dadakan dan keris dalam upacara mabyakala.
Ia menjelaskan bahwa sebelum pasangan boleh menyatukan tubuh, mereka wajib melakukan penyucian energi, melalui upacara yang disebut mabyakala atau mekalan-kalan. Ritual ini bertujuan untuk membersihkan pengaruh negatif, sehingga benih-benih kehidupan yang dihasilkan nantinya memiliki kualitas spiritual yang baik.
"Simbolik mulai senggama ada tikar dadakan ditusuk dengan keris, itu bermakna penyelesaian keperawanan secara spiritual, sebelum masuk ke pernikahan tubuh. Upacara ini merupakan titik awal atau start yang sakral dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang suci” ," ungkap Nyoman Arya dalam program Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 24 Februari 2026.
Nyoman Arya menambahkan setelah prosesi penyucian energi selesai, pasangan kemudian masuk ke tahap yang disebut Se-angga, yang berarti satu tubuh atau penyatuan fisik secara sah. Prosesi ini tidak hanya sekadar formalitas adat, melainkan sebuah pengajaran bahwa penyatuan raga,harus didasari oleh kesucian niat dan doa yang tulus,di hadapan saksi semesta.
Ia menegaskan bahwa upacara bukan sekadar acara seremoni, melainkan sebuah cara untuk mendekatkan raga, pikiran, dan jiwa kepada Sang Pencipta. Pemahaman akan simbolisme ini diharapkan dapat meningkatkan rasa hormat pasangan, terhadap kesucian hubungan suami istri yang mereka jalani. “Dengan memahami bahwa setiap langkah dalam upacara memiliki landasan teologis, pasangan akan lebih menghargai setiap momen dalam pernikahan mereka sebagai sebuah perjalanan suci” ungkap Nyoman Arya.
Pentingnya memaknai setiap simbol dalam ritual Hindu, akan membawa pasangan pada kedewasaan spiritual yang lebih matang, dalam menghadapi dinamika kehidupan. Kesadaran ini menjadi kunci, agar esensi pernikahan sebagai Wiwaha Samskara tetap terjaga kemurniannya, di tengah gempuran gaya hidup modern yang serba praktis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....