”Ogoh Ogoh “, Tradisi Nyepi yang Penuh Makna
- 04 Mar 2026 11:07 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Dilansir dari prokomsetda bulelengkab.go.id. Bagi Umat Hindu khususnya di Bali moment hari Raya Nyepi adalah hal ditunggu tunggu, namun ada satu sisi dalam menyambut Hari Nyepi yaitu Mengarak Ogoh ogoh. Ogoh 0goh adalah karya seni patung dalam Kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala.
Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala mempresentasikan kekuatan (Bhu ) alam semesta dan waktu ( Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan. Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan biasanya dalam wujud Raksasa. Selain wujud Raksasa,ogoh ogoh sering pula digambarkan dalam wujud makhluk yang hidup di Mayapada, Syurga dan Naraka, seperti : naga, gajah,. Widyadara, bahkan dalam perkembangannya ada yang dibuat menyerupai orang – orang terkenal,seperti para pemimpin dunia,artis atau tokoh agama bahkan penjahat.
Ogoh-ogoh sendiri diambil dari Bahasa Bali yang artinya sesuatu yang digoyang goyangkan. Pada tahun 1983 merupakan bagian penting dalam sejarah ogoh – ogoh di Bali, pada tahun itu mulai dibuat wujud Bhuta Kala berkenaan denga ritual Nyepi di Bali. Ketika itu Nyepi ada keputusan Presiden yang menyatakan Nyepi sebagai hari libur nasional.Semenjak itu masyarakat mulai membuat perwujudan onggokan yang kemudian disebut ogoh – ogoh.
Ogoh – ogoh yang diarak saat malam Pengerupukan ( sehari sebelum Nyepi ) untuk menyimbolkan pengusiran sifat negative, kejahatan dan energi kotor dari lingkungan. Tradisi ini bermakna pembersihan diri dan alam semesta,yang diakhiri dengan pembakaran patung sebagai simbol penyucian batin.
Namun dibalik megahnya arak – arakan ogoh ogoh ini ada makna dan filosofi yang mendalam yaitu :
Repsesentatif Bhuta Kala : Ogoh =-ogoh menggambarkan sosok raksasa yang menyeramkan,melambangkan kekuatan jahat ( Bhuana Agung ) dan sifat buruk manausia seperti amarah,iri hati dan keserakahan ( Bhuana Alit ).
Penyucian lingkungan : Diarak berkeliling desa dengan suara riuh ( beleganjur ) bertujuan mengusir roh jahat agar tidak mengganggu kehidupan manusia.
Simbol pemusnahan sifat buruk: pembakaran ogoh – ogoh setelah pawai melambangkan pemusnahan kekuatan jahat, sehingga umat Hindu memasuki tahun baru Saka dengan hati dan jiwa yang suci.
Media Kreativias dan Komunitas ; pembuatan ogoh – ogoh mempererat gotong royong dan kreativitas generasi muda di Bali atau( Sekaa Teruna Teruni ).
Kesimbangan alam ; Sebagai bentuk keinsyafan akan kekuatan alam semesta yang dahsyat,yang harus dijaga agar tidak membawa kehancuran melainkan keharmonisan.
Tradisi ogoh ogoh bukan sekedar perayaan saja, Arak arakan atau pawai ini turut sebagai harmoni dengan alam dan manusia. Dengan warna warni dan makna yang terkandung, ogoh – ogoh merayakan kekayaan budaya Bali dan mengajarkan pelajaran berharga tentang keberlanjutan dan kesatuan dengan lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....