Tren Pernikahan Minimalis Mulai Digandrungi Gen Z Bali

  • 03 Mar 2026 17:50 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Fenomena pernikahan kekinian di kalangan Milenial dan Gen Z di Bali, kini semakin mengarah pada konsep minimalis, yang tetap menjaga kesakralan tradisi Hindu. Pergeseran tren ini terlihat dari banyaknya pasangan yang memilih pernikahan intim, dengan jumlah tamu terbatas namun memiliki estetika visual yang sangat kuat.

Penyuluh agama Hindu kantor kementerian agama kota Denpasar, Dr. I Nyoman Arya, S.Ag.,M.Pd.H. menjelaskan bahwa fenomena tersebut, menggabungkan aspek dharma dengan sentuhan personal yang lebih fleksibel tanpa mengurangi esensi ritual. Pasangan muda saat ini lebih tertarik pada konsep Bali rustic atau eco-friendly wedding, yang menggunakan bahan daur ulang serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Menurut Nyoman Arya penyederhanaan ini juga mencakup pemilihan lokasi, yang kini mulai banyak dilakukan di luar desa adat demi kepraktisan."Fokus utamanya adalah tetap sah secara agama melalui wiwaha samskara dengan Tri Upasaksi, namun dikemas secara intim agar lebih berkesan bagi keluarga dekat," ujar Nyoman Arya ketika berbincang dalam program Obrolan Komunitas di Programa 4 RRI Denpasar, Selasa,24 Februari 2026.

Nyoman Arya menambahkan layanan pernikahan satu pintu atau one-stop venue,kini menjadi primadona, karena menawarkan paket yang transparan baik dari sisi prosesi maupun pembiayaan. Hal ini dianggap sangat membantu pasangan dalam mengelola anggaran, agar tidak habis hanya untuk acara pesta satu hari, apalagi sampai menyisakan beban finansial setelahnya.

Meskipun terdapat modernisasi dalam tampilan dekorasi dan busana, unsur ritual seperti Saptapadi atau tujuh janji suci tetap menjadi jantung dari setiap prosesi. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan makna spiritual pernikahan, masih sangat kental meski dibalut dengan kemasan kekinian yang lebih segar.

Nyoman Arya juga menyoroti bahwa efisiensi biaya, menjadi poin krusial yang dipertimbangkan oleh pasangan muda saat ini. Mereka cenderung memilih paket pernikahan yang jelas estimasi biayanya, agar rencana masa depan rumah tangga dapat tetap terjaga dengan baik.

Ia pun menekankan pentingnya keseimbangan, antara tuntutan zaman dengan kewajiban menjalankan rukun agama yang benar. “Pernikahan bukan hanya soal panggung mewah, melainkan tentang bagaimana memulai lembaran baru dengan penuh kesiapan mental dan finansial” tutup Nyoman Arya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....