Gubernur Koster Genjot Gerakan Cinta Aksara Bali

  • 01 Mar 2026 11:04 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar Memperkuat identitas budaya Bali dengan menempatkan Aksara Bali dalam lini kehidupan dan ruang publik digenjot Pemerintah Provinsi Bali dibawah kepimpinan Gubernur Bali Wayan Koster. Mengacu pada Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018, Pemprov Bali secara masif dan kolektif akan melakukan gerakan perlindungan dan penggunaan bahasa, aksara, dan sastra Bali. Salah satunya melalui Gerakan Cinta Aksara Bali.

Hal itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat Penutupan Bulan Bahasa Bali ke VIII tahun 2026 di Taman Budaya Provinsi Bali. Gubernur menyebut, penerapan Aksara Bali di ruang publik, perkantoran, dan tempat usaha masih perlu ditingkatkan, tidak sekadar simbolis melainkan menjadi kebiasaan sehari-hari. Apalagi sudah ada peraturan yang tegas terkait penggunaan dan gerakan cinta Aksara Bali.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Gubernur Koster tidak memungkiri, meskipun diajarkan sebagai muatan lokal, penggunaan Aksara Bali dalam komunikasi tulisan memang mengalami penurunan, namun kesadaran akan identitas budaya tetap dijaga. Ia berharap, kedepan Bali bisa seperti Jepang, Cina, Korea dan Thailand yang bangga menggunakan bahasa dan aksaranya ditengah gempuran modernisasi.

“Saya mengajak masyarakat Bali untuk meneguhkan komitmen Cinta Aksara Bali. Gerakan massif dan kolektif ini akan semakin memperkuat identitas budaya Bali dengan menempatkan Aksara Bali dalam lini kehidupan dan ruang publik,” ujar Gubernur Koster.

Dalam Gerakan Cinta Aksara Bali, Gubernur Koster juga mewajibkan seluruh produk lokal Bali menggunakan Aksara Bali pada kemasannya. Selain itu, Gubernur juga mendorong penggunaan keyboard aksara Bali pada satuan pendidikan dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK. Hal ini menjadi upaya gerakan kolektif dan aksi nyata cinta aksara Bali.

“Kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikan warisan leluhur ini. Kita sebagai generasi penerus harus bangga menggunakan bahasa dan aksara Bali, ini kekayaan kita yang tidka ternilai harganya,” tutur Gubernur Koster.

Gerakan Cinta Aksara Bali menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Bali memasifkan penggunaan aksara Bali sekaligus memperkuat identitas budaya Bali. Pemerintah berharap upaya menjadikan penggunaan Aksara Bali sebagai gerakan kolektif itu didukung partispasi generasi muda untuk bangga menggunakan bahasa dan aksara Bali ditengah peradaban modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....