Gubernur Koster Tutup Bulan Bahasa Bali Muliakan Bahasa Sastra dan Aksara Bali
- 28 Feb 2026 17:43 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Setelah berlangsung sejak 1 Februari 2026, perhelatan Bulan Bahasa Bali ke VIII tahun 2026 sebagai strategi Pemerintah Provinsi Bali melestarikan, mengembangkan, dan memuliakan bahasa, aksara, dan sastra Bali resmi di tutup Gubernur Bali Wayan Koster pada Sabtu 28 Februari 2026. Satu bulan penuh, Pemerintah Provinsi Bali memberikan ruang bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan serangkaian Bulan Bahasa Bali untuk melindungi, membina, dan menggunakan bahasa, aksara, dan sastra Bali agar tetap lestari.
Gubernur Bali Wayan Koster saat Penutupan Bulan Bahasa Bali ke VIII tahun 2026 di Gedung Ksrirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali Sabtu 28 Februari 2026 mengatakan, Bulan Bahasa Bali sangat penting untuk melestarikan, mengembangkan, dan memuliakan bahasa, aksara, serta sastra Bali sebagai jati diri dan budaya lokal agar tidak punah. Menurut Gubernur, agenda tahunan ini meneguhkan kembali penggunaan bahasa ibu, menanamkan kecintaan pada budaya, serta menjaga adat dan tradisi Bali. Ia menekankan, Bulan Bahasa Bali menjadi upaya Pelestarian Budaya sebagai ajang konservasi, serta penguat jati diri yang meneguhkan identitas masyarakat Bali agar tetap berakar pada budaya lokal di tengah arus modernisasi.
“Dengan mengucap Om Awighnamastu Namo Siddham, Bulan Bahasa Bali ke VIII tahun 2026 resmi saya tutup. Bulan Bahasa Bali menjadi menjadi upaya pemerintah provinsi Bali melestarikan, mengembangkan, dan memuliakan bahasa, aksara, dan sastra Bali,” ujar Gubernur Koster.
Gubernur Koster mengatakan, Bulan Bahasa Bali juga menjadi wadah edukasi untuk melatih generasi muda agar terbiasa menggunakan bahasa Bali sekaligus sebagai ruang kreativitas memuliakan bahasa dan sastra Bali yang sarat pesan moral dan etika luhur.
“Bulan Bahasa Bali juga menjadi komitmen nyata pemerintah dan masyarakat untuk menjaga eksistensi budaya Bali di tengah peradaban modern,” tutur Gubernur Koster.
Dalam penutupan Bulan Bahasa Bali ke VIII tahun 2026 itu, Gubernur Bali Wayan Koster juga memberikan Penganugerahan Bali Kerthi Nugraha Mahottama yang merupakan penghargaan bagi tokoh yang berjasa dalam pelestarian bahasa dan sastra Bali. Selain itu juga diserahkan piala kepada Juara 1, 2 dan 3 dan piagam penghargaan bagi para peserta pameran dan kuliner dalam ajang Bulan Bahasa Bali. Pemerintah Provinsi Bali juga resmi menetapkan tema Bulan Bahasa Bali ke IX tahun 2027 yakni “Wana Kerthi Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh”.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....