Bulan Bahasa Bali Jadi Momentum Luruskan Kebiasaan Berbahasa

  • 25 Feb 2026 08:03 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Pentingnya membiasakan penggunaan bahasa yang baik dan benar kembali mengemuka dalam siaran obrolan Galang Kangin di Pro 4 RRI Denpasar bertajuk Sekenang Melajah, Selasa, 24 Februari 2026. Dalam perbincangan tersebut, Ajik Tibah dan I Nyoman Sunarta menyoroti fenomena kebiasaan berbahasa yang keliru namun dianggap benar karena terus diulang dalam kehidupan sehari-hari.

Disampaikan bahwa kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang dapat membentuk pola pikir masyarakat. Namun demikian, tidak semua kebiasaan yang dianggap lumrah tersebut sesuai dengan kaidah bahasa yang benar.

Fenomena penggunaan istilah singkatan populer seperti “10K”, “miskom”, atau “salpok” menjadi contoh bagaimana bahasa kerap disederhanakan tanpa memahami makna aslinya. Menurut Tibah dan Sunarta, kondisi ini banyak dipengaruhi oleh media sosial dan pergaulan anak-anak serta remaja.

“Bahasa yang digunakan sehari-hari kemudian terbawa ke lingkungan sekolah maupun ruang publik lainnya”, ungkap Tibah. Menurutnya, jika tidak diarahkan, kebiasaan tersebut dapat mengikis pemahaman terhadap bahasa daerah maupun bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Melalui momentum Bulan Bahasa Bali, masyarakat diajak untuk kembali meluruskan penggunaan bahasa sesuai kaidah, di mana bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai identitas dan pemersatu bangsa. Ungkapan “bahasa menunjukkan bangsa” menjadi pengingat bahwa cara bertutur mencerminkan jati diri dan budaya seseorang.

Selain itu, perbincangan juga menekankan pentingnya pelestarian Bahasa Bali sebagai warisan budaya. Penggunaan ragam bahasa, baik alus maupun sehari-hari, dipahami sebagai bagian dari dialek dan kebiasaan masyarakat yang perlu dijaga keberlangsungannya.

“Keluarga, khususnya orang tua, harus berperan aktif membiasakan anak-anak menggunakan Bahasa Bali dalam percakapan sehari-hari,” tegas Tibah. Ditambahkan, dengan pembiasaan yang tepat sejak dini, generasi muda tidak hanya mampu berkomunikasi dengan baik, tetapi juga memiliki kesadaran budaya serta kebanggaan terhadap bahasa daerahnya sendiri.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Melalui edukasi berkelanjutan dan peran aktif masyarakat, pelestarian bahasa diyakini dapat terus terjaga di tengah perkembangan zaman dan pengaruh digitalisasi. Masyarakat diingatkan, pentingnya menjaga kelestarian Bahasa Bali untuk menjaga jati diri masyarakat Bali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....