Remaja Bali Fasih Ngwacen Lontar Bulan Bahasa Bali
- 21 Feb 2026 12:52 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Bulan Bahasa Bali merupakan upaya Pemerintah Provinsi Bali memuliakan bahasa dan sastra Bali dengan memfasilitasi masyarakat Bali berpartisipasi melestarikan warisan seni budaya dan sastra Bali. Salah satunya Wimbaraka Ngwacen Lontar yang diikui peserta jenjang SMA/SMK di Bali.
Salah seorang Juri Wimbakara Ngwacen Lontar Profesor I Made Surada dikonfirmasi RRI.CO.ID di Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu 21 Februari 2026 mengapresiasi kepiawaian generasi muda Bali dalam ngwacen Lontar yang merupakan salah satu naskah kuno (manuskrip) didalamnya mengandung purana sebagai bagian dari weda smerti yang sakral. Ia menjelaskan, dalam wimbakara ini, para peserta diwajibkan membaca Lontar yang sudah disediakan tanpa mempelajari sebelumnya. Hal ini menambah decak kagum, karena ngawacen Lontar yang ditulis di daun rontal berbeda dengan yang dicetak di buku karena terdapat aksara, gantungan maupun gempelan yang cara ngwacennya harus dipahami.
“Saya sangat kagum dan bangga remaja Bali yang mengikuti wimbakara ngawacen lontar ini sangat fasih dan piawai membaca lontar di daun rontal. Ini tingkat kesulitannya cukup tinggi, karena berbeda sekali penulisan lontar di daun rontal dengan yang ada di buku dan dicetak. Saya apresiasi kemampuan gerasi muda Bali ini,” ujarnya.
Sementara, salah seoang peserta Wimbakara Ngwacen Lontar Ni Kadek Vina Dwi Arianti mengaku bangga mewakili Kabupaten Jembrana dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali. Ia menjelaskan, sejak kecil sudah tertarik mempelajari aksara Bali dengan mengikuti berbagai perlombaan menulis dan membaca aksara Bali. Hingga akhirnya bisa mengikuti sejumlah perlombaaan ngwacen lontar dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Vina Dwi Arianti berharap, semakin banyak ada kegiatan dalam pelestarian seni, budaya, bahasa dan sastra Bali, sehingga tetamian atau warisan leluhur tersebut tetap tetap ekses dan tidak punah.
“Senang sekali bisa mengikuti lomba ngwacen lontar tingkat Provinsi dalam Bulan Bahasa Bali ini. Saya bangga bisa berpartisipasi dalam pelestarian bahasa dan aksara Bali, kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan warisan tetamian leluhur ini,” tuturnya.
Lontar merupakan teks warisan leluhur yang didalamnya mengandung purana sebagai bagian dari weda smerti yang disakralkan. Dalam upaya pelestarian lontar, Pemprov Bali memfasilitasi wimbakara ngwacen lontar dengan fokus pada kemampuan peserta membaca naskah lontar berbahasa Bali/Kawi. Dalam Wimbakara para peserta perwakilan Kabupaten/Kota diwajibkan membaca Lontar yang tertulis pada daun rontal dengan pelafalan, intonasi, dan pemahaman sastra yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....