Utsawa Dharma Gita Disabilitas Tegaskan Denpasar sebagai Kota Inklusif

  • 20 Feb 2026 08:55 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Semangat inklusivitas dan kesetaraan menggema dalam gelaran Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas yang diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial, Kamis 19 Februari 2026, di Gedung Santi Graha Denpasar. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Denpasar menghadirkan ruang ekspresi yang setara bagi seluruh warganya, termasuk penyandang disabilitas.

Mengusung tema “Widya Guna Sudha Paripurna”, kegiatan ini secara resmi dibuka Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Wakil Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, yang ditandai dengan pemukulan gong.

Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-238 Kota Denpasar ini menjadi ajang partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam seni, budaya, dan keagamaan, sekaligus memperkuat visi Denpasar sebagai kota ramah disabilitas. Dalam sambutannya, Arya Wibawa menyampaikan apresiasi kepada panitia, lembaga pendidikan, organisasi penyandang disabilitas, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, Utsawa Dharma Gita tidak sekadar menjadi ajang perlombaan dan pelestarian budaya Bali, tetapi juga wujud komitmen bersama membangun masyarakat inklusif. Dikatakan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan berprestasi.

“Kami percaya bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menunjukkan kemampuan dan dedikasi. Semangat, ketulusan, dan kekuatan jiwa para peserta menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus menjaga kebersamaan, empati, dan saling menghargai,” ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini, kecintaan terhadap Dharma Gita semakin kuat serta semangat toleransi dan kebersamaan terus terjaga dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Denpasar. Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Denpasar, A.A. Ayu Diah Kurniawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengembangkan potensi, bakat, dan kreativitas penyandang disabilitas di bidang seni dan budaya Bali.

Selain melestarikan seni Dharma Gita sebagai warisan budaya dan tradisi spiritual Hindu Bali, kegiatan ini juga menjadi langkah konkret mewujudkan Denpasar sebagai kota yang menjunjung tinggi kesetaraan dan nilai kemanusiaan. Kegiatan yang berlangsung sehari ini diisi dengan berbagai lomba, di antaranya lomba macepat remaja yang diikuti tujuh peserta dari SLB Negeri 1 dan SLB Negeri 3 Denpasar, serta lomba macepat dewasa yang diikuti sepuluh peserta dari DPC Pertuni Kota Denpasar dan DPC HWDI Kota Denpasar.

“Acara ini dapat terselenggara dengan baik berkat dukungan seluruh pihak. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....