Orisinalitas dan Penghayatan Penentu Juara Musikalisasi Puisi Bali

  • 19 Feb 2026 11:08 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Wimbakara (Lomba) Musikalisasi Puisi Bali dalam rangkaian Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 untuk nomor undi 11–15 berlangsung meriah di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis 19 Februari 2026. Puluhan peserta dari berbagai komunitas yang didominasi kalangan generasi muda menampilkan kreativitas dalam memadukan puisi Bali dengan komposisi musik yang orisinal.

Salah satu dewan juri, I Komang Darmayuda, S.Sn., M.Si., yang juga dosen Jurusan Musik ISI Bali kepada RRI.CO.ID menjelaskan terdapat lima kriteria utama dalam penilaian lomba, yakni originalitas aransemen, penghayatan puisi, kualitas vokal, harmonisasi puisi dengan musik, serta keutuhan penampilan. Ia menegaskan peserta wajib menciptakan melodi sendiri tanpa mengambil lagu yang sudah ada, sekaligus mampu mengupas makna puisi agar selaras dengan suasana musikal yang dibangun.

“Peserta wajib membuat melodi sendiri secara orisinal, tidak mengambil lagu yang sudah ada, serta menyesuaikannya dengan makna dan suasana puisi agar selaras antara lirik dan musik.” jelasnya.

Selain itu, I Komang Darmayuda menjelaskan kualitas vokal dan kemampuan membangun harmoni, baik melalui perpaduan suara maupun penggunaan alat musik tradisional dan modern, menjadi perhatian dewan juri. Keutuhan penampilan juga dinilai dari aspek ekspresi, penguasaan panggung, hingga kesesuaian busana dengan konsep garapan.

“Peserta bebas menggunakan berbagai alat musik, termasuk gamelan tradisional, sesuai konsep garapan, asalkan tetap terjalin keharmonisan antara puisi dan musik yang dibawakan.” ungkapnya.

Ia menilai peserta tahun ini didominasi generasi muda, bahkan terdapat komunitas beranggotakan pelajar SMP. Meski demikian, masih ada peserta baru yang belum sepenuhnya memahami karakter musikalisasi puisi sehingga garapannya cenderung menyerupai lagu pop atau vokal grup. Ke depan, Komang Dharmayudha berharap lomba musikalisasi puisi terus dikembangkan agar generasi muda semakin memahami kekayaan bahasa dan makna mendalam dalam puisi Bali karya para sastrawan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....