Ketua Juri Soroti Pentingnya Komunitas Musikalisasi Puisi Bali

  • 18 Feb 2026 14:38 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Wimbakara Musikalisasi Puisi Bali yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan generasi muda. Namun, keberlanjutan peserta setelah lomba masih menjadi tantangan.

Ketua Dewan Juri, I Komang Darmayuda, dosen Jurusan Musik ISI Denpasar, menilai perlu adanya wadah yang konsisten untuk menampung minat dan bakat peserta. Tanpa komunitas, potensi yang sudah terbentuk dikhawatirkan tidak berkembang secara berkelanjutan.

“Ya, memang harus ada komunitas. Kecuali komunitas bisa memakai orang itu lebih dari sekali. Tapi kalau mereka sekolah, biasanya habis lomba mereka hilang. Jarang mereka yang sudah bagus, misalnya di SMA, tidak ikut lagi dengan kegiatan musikalisasi puisi itu.”

Darmayuda menambahkan, musikalisasi puisi membutuhkan keseriusan dan penghayatan yang mendalam. Tanpa proses tersebut, penampilan cenderung hanya menonjolkan musik semata.

“Mungkin karena memang berat musikalisasi puisi itu. Harus sungguh-sungguh di situ, tidak bisa hanya sekedar lewat di situ. Terutama mencari pengkhayatannya itu. Kelihatan sekali, jadi mereka memahami isi puisinya gitu. Hanya menonjolkan musiknya saja. Itu mungkin kendalanya.”

Menurut Darmayuda, pembinaan berkelanjutan melalui komunitas menjadi kunci agar generasi muda tetap konsisten mengembangkan kemampuan sekaligus memahami makna puisi secara utuh. Ia berharap ke depan semakin banyak komunitas yang aktif menjadi ruang belajar, berproses, dan berkolaborasi bagi para peserta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....