Suling Wayan Koper Diminati hingga ke Mancanegara

  • 17 Feb 2026 13:52 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Gianyar - Kecintaan terhadap suara instrumen gamelan berbahan bambu membuat Wayan Karta (48) memilih menekuni profesi sebagai pengerajin suling Bali. Warga Banjar Pengosekan, Ubud ini telah menggeluti pekerjaan tersebut selama puluhan tahun, berawal dari kebiasaannya mendengarkan alunan genjek yang diiringi suara suling.

Ia mengatakan untuk membuat suling semua jenis bambu bisa digunakan, tetapi untuk suling yang umum digunakan untuk mengiringi gambelan di Bali menggunakan bambu spesial yang memiliki serat kuat agar dapat menghasilkan resonansi suara yang jernih dan stabil. "Bambu yang saya pakai untuk mengiringi gambelan di Bali menggunakan bambu buluh tulang dan buluh taluh yang didapatnya dari daerah kintamani, " tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa dalam tradisi di Bali, teknik pembuatan suling juga merujuk pada naskah lontar kuno, salah satunya Lontar Aji Gurnita. Dalam lontar tersebut dijelaskan pedoman teknis, mulai dari penempatan lubang suling pada sikut angga bambu hingga ukuran diagonalnya, agar menghasilkan nada yang selaras.

Wayan Karta yang akrab disapa Wayan Koper kini semakin dikenal di kalangan seniman karawitan Bali, karena ciri khas suling buatannya yang memiliki suara jernih, stabil, dan berkarakter. "Sanggar - sanggar dan sekhe gong di Bali banyak membeli suling disini, dan beberapa sanggar karawitan yang ada di luar negeri seperti di Australi, Jepang, Dubai, Jerman, dan Hindia ," imbuhnya.

Ia berharap generasi muda Bali tidak hanya bisa memainkan gamelan, tetapi juga mau mempelajari proses pembuatan instrumennya, khusus untuk suling Bali agar tetap hidup dan berkembang, tidak hanya di Bali tetapi juga di mancanegara," imbuhnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....