Prinsip Seniman Melestarikan Suling bali
- 17 Feb 2026 13:48 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Gianyar – Seniman karawitan asal Banjar Pengosekan, Ubud, Gianyar, Wayan Karta (48) terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan seni musik tradisional Bali. Pria yang telah lama menekuni instrumen suling ini, mendirikan Sanggar Suling Nika Manu sebagai wadah pembinaan generasi muda agar tetap mencintai dan melastarikan warisan budaya Bali.
Ia mengatakan Sanggar Nika Manu di dirikan pada tahun 2017, dengan dengan konsep yang berbeda dari kebanyakan sanggar karawitan di Bali. "Seperti umumnya suling itu hanya sebagai pelengkap dalam suatu barungan gambelan, disini saya menjadikan suling, satu-satunya instrumen utama, tanpa adanya alat musik pengiring lainnya," tuturnya.
| Baca juga: Wayang Cupak Wang Ked Meriahkan PKB Ke-48 |
Ia juga nengatakan kebanggannya karena Sanggar yang di dirikannya dipercayai sebagai Duta Kabupaten Gianyar, pentas di Pesta Kesenian Bali pada tahun 2017 dan 2025, kepercayaan tersebut menjadi momen berharga sekaligus pembuktian bahwa dedikasinya dalam melestarikan seni suling Bali mendapat apresiasi di tingkat daerah.
"Kesempatan untuk tampil di PKB bukan hal yang mudah, banyak proses yang harus di lalui, itu yang membuat saya dan seluruh anggota sanggar merasa bangga," imbuhnya.
Ia berharap agar banyak lahir generasi penerus dalam dunia suling, supaya suling Bali ini tetap hidup dan berkembang. "Pintu rumah saya selalu terbuka bagi generasi muda yang ingin belajar bermain suling Bali, kalau bukan kita siapa lagi yang harus melestarikan warisan budaya ini? ," imbuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....