Musikalisasi Puisi Jadi Ajang Kreatif Lestarikan Bahasa Bali

  • 18 Feb 2026 14:39 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Wimbakara Musikalisasi Puisi Bali digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa 17 Februari 2026, dalam rangka Bulan Bahasa Bali 2026. Kegiatan ini diikuti pelajar dan generasi muda sebagai upaya penguatan penggunaan Bahasa Bali.

Ketua Dewan Juri, I Komang Darmayuda, dosen Jurusan Musik ISI Denpasar, kepada RRI.CO.ID menjelaskan bahwa fokus utama penilaian adalah kemampuan peserta menggarap puisi menjadi sajian musikalisasi yang utuh. Menurutnya, pengolahan tersebut harus menghadirkan kebaruan tanpa menghilangkan makna dan pesan puisi.

“Fokus yang paling utama adalah bagaimana menjadikan puisi itu sebuah sajian baru, namanya musikalisasi puisi. Di mana dalam penampilan puisi itu bisa dibuat melodi dan dipadukan dengan harmonisasi. Harmonisasi vokal, alat musik, gamelan, gitar, dan sebagainya. Menjadikan penampilan puisi itu lebih baru. Namun, dalam penampilan yang baru ini tidak boleh terlepas dari makna dan pesan puisi yang ada dalam puisi yang digarap,” ujar I Komang Darmayuda.

Darmayuda menambahkan, tahun ini terlihat perbedaan dalam pengolahan musik para peserta. Jika sebelumnya banyak menggunakan modus minor, kini peserta mulai mengeksplorasi warna musikal yang lebih beragam.

“Yang menarik, yang menonjol karena ada yang datang-datang baru, mereka betul-betul mengolah musik itu dengan puisi itu dengan rasanya mereka. Ini ada perbedaan yang dulu kebanyakan menggunakan modus minor, lagu minor. Tadi sudah ada yang menggunakan pentatonik, sesuai dengan puisi Balinya. Ada selendro, pelog yang masuk. Itu menarik sekali,” jelasnya.

Meski demikian, Darmayuda menekankan pentingnya keberlanjutan pembinaan melalui komunitas. Ia berharap ajang ini mendorong generasi muda terus berkarya sekaligus mencintai Bahasa Bali melalui musikalisasi puisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....