Festival Cahaya Lampion Siap Digelar
- 17 Feb 2026 11:17 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar berkolaborasi dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa Bali menggelar Festival Cahaya Lampion untuk menyambut Imlek 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar. Sebanyak 700 lampion akan menerangi pusat kota selama empat hari, 17–20 Februari 2026.
Ratusan lampion tersebut akan membentang dari Jalan Gajah Mada hingga depan Kantor Wali Kota Denpasar serta di sepanjang Jalan Kartini. Penataan ini diharapkan menghadirkan suasana Imlek yang meriah, tertata, dan sarat makna kebersamaan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, menjelaskan pemasangan lampion dilakukan melalui kolaborasi dengan INTI Bali. Untuk kawasan yang belum terjangkau, fasilitasi pemasangan akan dilakukan langsung oleh pihak INTI Bali.
Ia menambahkan, lampion dimaknai sebagai simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan harapan masa depan. Warna merah pada lampion merepresentasikan kemakmuran sekaligus menjadi simbol kebersamaan keluarga.
“Festival ini juga dirangkaikan dengan Cafe Festival yang melibatkan pelaku UMKM lokal di sepanjang Jalan Gajah Mada. Beberapa di antaranya yakni Bhineka Djaja, Pizza Tjahaja, Kafe Jago, BKKOFFEE, dan Terasa Seperti Kopi Minggu,”jelasnya.
Selain itu, festival akan dimeriahkan pertunjukan musik akustik oleh pemuda-pemudi Kota Denpasar di sejumlah kedai kopi sepanjang Jalan Gajah Mada. Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kreativitas generasi muda sekaligus menambah semarak suasana kota.
Ketua PD INTI Bali, Putu Agung Prianta, Senin 16 Februari 2026 mengatakan pihaknya juga telah menggelar Senam Bersama bertajuk “Satu Langkah Banyak Warna, Merajut Kebersamaan” di Lapangan Puputan Badung pada Minggu 15 Februari 2026.
“Selain itu, juga dilaksanakan kegiatan sosial seperti kerja bakti dan donor darah,” jelasnya.
Puncak perayaan Imlek dan HUT ke-238 Kota Denpasar akan digelar pada 20 Februari 2026 di Restoran Hongkong Garden. Melalui Festival Cahaya Lampion ini, perayaan diharapkan berlangsung inklusif, meriah, serta memberi dampak positif bagi ekonomi lokal dan pariwisata budaya Kota Denpasar.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan Festival Cahaya Lampion merupakan wujud harmoni budaya Tionghoa dengan nilai-nilai lokal Bali.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga sarana edukasi dan penguat hubungan sosial masyarakat. Festival ini juga dinilai mampu mendukung pariwisata budaya serta menegaskan Bali sebagai ruang persatuan dalam keberagaman.
Ia menyampaikan ucapan selamat merayakan Imlek 2026 kepada masyarakat Tionghoa di Kota Denpasar. Jaya Negara menilai festival tersebut menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat toleransi dan persatuan.
Dalam rangkaian kegiatan, Jalan Kartini akan diramaikan dengan kuliner khas Tionghoa. Kawasan tersebut sejak lama dikenal sebagai pusat aktivitas dan perkumpulan masyarakat Tionghoa di Kota Denpasar.
Pemerintah Kota Denpasar juga merencanakan penataan Jalan Kartini agar memiliki ciri khas budaya Tionghoa. Penataan itu dipastikan tidak akan mengganggu pelaksanaan adat dan tradisi setempat, termasuk saat upacara seperti ngaben.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....