Banjir Karya, Kritik Sastra Bali Tenggelam
- 13 Feb 2026 16:06 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Perkembangan sastra Bali modern dinilai cukup pesat dari sisi jumlah karya, namun belum diimbangi dengan pertumbuhan kritik sastra. Dosen Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, I Made Sujaya, kepada RRI Denpasar, Rabu 11 Februari 2026 menyampaikan bahwa karya sastra Bali modern saat ini tumbuh subur, namun keberadaan kritik sastra masih terbatas.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya terjadi dalam sastra Bali, tetapi juga di berbagai tradisi sastra lainnya. “Tapi di mana-mana kritik itu pasti lebih sedikit ya daripada jumlah karya, tidak usah disesali itu. Jadi walaupun melimpah karya, kritiknya sedikit, ya itu wajar, di mana-mana terjadi, tidak hanya di sastra Bali tapi juga di sastra yang lain. Sastra Indonesia juga kurang kritik,” ujarnya.
Ia menilai salah satu tantangan dalam perkembangan kritik adalah budaya menerima kritik yang belum sepenuhnya kuat. Selain itu, profesi kritikus dinilai kurang diminati dibandingkan menjadi pengarang yang lebih cepat dikenal publik.
Meski demikian, Sujaya melihat munculnya kritik melalui tugas akademik di sekolah dan perguruan tinggi dapat menjadi awal yang baik dalam menumbuhkan calon-calon kritikus sastra di masa depan. Diskusi ini menekankan pentingnya keberadaan kritik sebagai bagian dari ekosistem sastra.
Dengan adanya kritik yang berkembang, kualitas karya sastra diharapkan dapat terus meningkat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembaca.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....