Transformasi Sastra Bali, dari Lontar ke Layar
- 13 Feb 2026 15:57 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Sastra Bali dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang dengan pendekatan yang lebih modern dan dekat dengan generasi muda. Hal tersebut disampaikan Dosen Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, I Made Sujaya, kepada RRI Denpasar, Rabu 11 Februari 2026.
I Made Sujaya menyampaikan bahwa bahasa dan sastra Bali tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi. Menurutnya, karya sastra tradisi dapat dikemas ulang melalui berbagai bentuk kreatif agar lebih relevan bagi generasi muda.
“Ya mau tidak mau kita harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Bahasa Bali bukan tidak bisa beradaptasi. Bahasa Bali sangat mungkin beradaptasi dan sudah dilakukan juga itu. Misalnya melalui alih wahana ya, dari karya-karya sastra tradisi yang sangat apa namanya ya sangat ketat gitu ya, kemudian bisa ditransformasi misalnya menjadi petikan-petikan cerita pendek, kemudian film-film pendek dan pertunjukan yang melibatkan anak-anak muda itu,” ujarnya.
Ia mencontohkan bagaimana cerita-cerita tradisional dapat dikemas dengan pendekatan yang lebih segar sehingga tetap menarik tanpa kehilangan nilai budayanya. Menurutnya, terobosan-terobosan kreatif perlu terus dilakukan dengan melibatkan generasi muda secara langsung.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar tidak terjadi jarak antara generasi tua dan muda dalam memahami sastra Bali. Dengan memilih metode yang sesuai dengan dunia anak muda, sastra Bali dapat tetap hidup dan menjadi bagian dari ekspresi kreatif generasi saat ini.
Diskusi ini menegaskan bahwa modernisasi kemasan bukan berarti menghilangkan esensi tradisi, melainkan menjadi strategi untuk menjaga keberlanjutan sastra Bali di tengah perubahan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....