“Tebag-tebagan” Aksara Permudah Belajar Aksara Bali
- 13 Feb 2026 12:49 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Bulan Bahasa Bali ke-VIII Tahun 2026 menjadi wahana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal bahasa, aksara, dan sastra Bali. Beragam kegiatan digelar, salah satunya program malajah sambil maplalianan bertema “Tebag-tebagan Aksara Antuk Kartu Aksara Bali”, Jumat 13 Februari 2026.
Melalui program tersebut, siswa sekolah dasar diajarkan tebak-tebakan menggunakan kartu aksara Bali. Metode ini dinilai mampu mengenalkan aksara dan bahasa Bali kepada anak-anak dengan cara yang lebih mudah dipahami.
Forum Komunikasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (FK MGMP) Bahasa Bali Provinsi Bali, Dr. Ni Wayan Sariani, S.Pd., M.Hum., selaku pengisi materi, Jumat 13 Februari 2026, mengatakan metode kartu aksara lebih praktis dan menarik minat anak-anak untuk belajar. Ia mengakui pembelajaran aksara Bali memerlukan metode yang kreatif dan menyenangkan agar siswa tidak merasa bosan atau takut.
“Bagaimana kita membangun semangatnya agar mereka mau belajar dan tertarik sehingga tetap konsen dan fokus. Metode inilah yang harus diperbaiki, seperti menggunakan dadu, kartu, bernyanyi, dan lainnya,” jelasnya.
Wayan Sariani yang juga guru SMP N 1 Kuta Selatan itu berharap pemerintah dapat menyiapkan tenaga pendidik khusus bahasa dan aksara Bali. Menurutnya, pendidikan di tingkat sekolah dasar merupakan kategori pemula yang menjadi fondasi penting dalam mempelajari bahasa dan aksara Bali.
“Kalau pemerintah sudah menyiapkan fasilitas dan gurunya, otomatis pembelajaran akan lebih optimal dan anak-anak akan tertarik dan dapat mempelajari bahasa maupun aksara Bali,” harapnya.
Sementara itu, salah satu siswa kelas V SDN 12 Padangsambian, Tuning, mengaku senang belajar aksara dan bahasa Bali dengan metode sederhana tersebut. Dengan adanya tebak-tebakan dan permainan kartu aksara, ia merasa lebih cepat memahami materi.
“Metode mengajarnya lebih seru sehingga orang-orang lebih gampang mengerti,” ungkapnya.
Bulan Bahasa Bali yang berlangsung hingga 28 Februari 2026 ini menjadi salah satu upaya perlindungan bahasa, aksara, dan sastra Bali. Mengusung tema “Atma Kerthi: Udiana Purnaning Jiwa”, kegiatan ini dimaknai sebagai altar pemuliaan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai taman spiritual untuk membangun jiwa yang mahasempurna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....