Organisasi Subak, Tugas dan Kewajibannya

  • 10 Feb 2026 08:58 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Masyarakat Bali sejak dulu dikenal sebagai masayarat agraris. Dilansir dari https://repositori.kemendikdasmen.go.id, Komunitas masyarakat pedesaan di Bali sebagai masyarakat agraris telah memiliki sistem irigasi yang dikenal dengan sistem subak.

Organisasi subak ini bertugas mengatur perairan sawah . Organisasi ini juga telah memiliki peraturan-peraturan baik tertulis maupun yang tidak tertulis yang disebut awig-awig subak atau sima.

Organisasi subak di Bali pada umumnya mempunyai kepengurusan yang terdiri dari klian subak atau pekaseh, penyarikan, sedahan tembuku dan juru arah. Klian subak mempunyai tugas mengatur pembagian air di sawah .

K!ian subak ini dibantu oleh Penyarikan yang bertugas sebagai sekretaris subak. Kemudian juga dibantu oleh Sedahan tembuku yang bertugas mengurus pajak serta berstatus sebagai bendahara subak. Klian subak ini juga dibantu oleh Juru arah.

Juru arah ini mempunyai tugas memanggil krama (anggota) subak apabila ada pesangkepan (pertemuan). Tugas dan kewajiban dari krama subak, antara lain membuat bendungan, membagi air melalui selokan-selokan dan menjaga air atau yang disebut metelik.

Sedangkan penghasilan organisasi subak ini didapat dari hasil denda pencurian air dan denda para anggotanya apabila ada yang melanggar kerta sima atau peraturan-peraturan yang berlaku. Sebagai kebudayaan agraris setiap pengolahan tanah selalu dihubungkan dengan soal-soal keagamaan .

Setiap akan mengerjakan tanah atau pada saat memulai penanaman benih selalu didahului dengan suatu upacara pertanian. Contohnya memberikan sesaji atau korban suci kepada Dewa kemakmuran pada pura ulun suwi atau ulun carik.

Selain itu sistem kehidupan agraris masyarakat desa ini memberikan corak dalam sistem perekonomiannya. Sebagai masyarakat yang menggantungkan diri pada sektor pertanian, maka hasil produksi pertanian umumnya hanya dipakai untuk mencukupi kebutuhan masyarakat itu sendiri.

Hal ini bukanlah berarti antara desa yang satu dengan desa yang lainnya tidak ada komunikasi. Bahkan sering juga terjadi tukar-menukar kebutuhan dalam bentuk perdagangan antar penduduk desa yang satu dengan yang lain.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....