Ida Sang Hyang Widhi Wasa Sebagai Ibu dari Kehidupan

  • 05 Sep 2024 19:38 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Umat Hindu memepercayai prinsip Panca Sradha. Panca sradha merupakan lima kepercayaan umat hindu yang terdiri atas percaya terhadap Widhi Tattwa atau Brahman, percaya pada Atma Tattwa, kemudian percaya pada Karmaphala Tattwa, Punarbhawa Tattwa, dan Moksa Tattwa.

Widhi Tattwa adalah keyakinan tentang Brahman/Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai Pencipta, Maha Pemelihara dan Pemrelina. Sang hyang widhi sebagai sesuatu yang di puja, dijunjung, lebih dari kita sendiri. Asal muasal yang kita tidak ketahui, namun ia yang maha kuasa yang disebut sebagai sang hyang widhi.

Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementrian Agama Kota Denpasar, Dr. I Nyoman Dayuh, S.Ag.,M.Si menjelaskan, dalam kitab agama hindu Bhuana Kosa menyebutkan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai sang ibu, sang ayah, sahabat, dewa, dan ia merupakan maha adil dan bijaksana

“Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa ia (Sang Hyang Widhi) adalah ibu. ia disebut juga sebagai adalah ayah, ia adalah keluarga, ia adalah sahabat, ia dalah guru, ia adalah dewa, ia yang adil dan bijaksana, yang demikian adanya.” jelas Dr. Nyoman Dayuh dalam acara Mutiara Pagi Pro 1 Denpasar.

Dayuh menjelaskan, makna ibu dapat memiliki ragam pemaknaan. Bahwa kita mengenal tiga ibu, yaitu perempuan sebagai seseorang yang melahirkan kita kedunia. Pun seorang yang mendidik dan mengasuh kita. Sementara itu Tuhan sebagai ibu yang melahirkan kehidupan di bumi yang kita pijak. Kemudian Ibu dari pengetahuan yakni sang hyang aji saraswati

“Ketiga ibu ini adalah Ida Sang Hyang Widhi itu sendiri. ibu ini yang kita injak, menjadi tempat untuk melakukan berbagai aktifitas mendapatkan oksigen, matahari, dapat amerta, mendapatkan energinya , kecanggihan teknologi, semuanya bersumber dari bumi. Bumi ini wujud dari ibu itu sendiri.” Jelasnya

Dayuh menerangkan, ilmu pengetahuan adalah ibu bagi kehidupan manusia. Pengetahuan memberikan cahaya terang bagi segala kesulitan yang dilalui manusia dalam perjalanan hidup. Ketiga ibu yang telah dijabarkan adalah Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Sebagai umat manusia, setiap harinya kita sebagai mahluk yang penuh dengan masalah. Menemui beberapa kendala dalam hidup. Masalah yang dilalui oleh manusia merupakan kesempatan kita untuk menyandarkan diri kepada yang mahakuasa, yang melahirkan kehidupan di dunia.

“Kemajuan teknologi, lahirnya dokter-dokter yang handal, semata-mata dari setiap masalah manusia berupaya untuk menemukan Solusi. Ada problem lainnya muncul, kemudian manusia menggali solusi, lainnya. Begitu seterusnya. Dan tetap, kita akan menyandarkan diri pada ibu. Laksana ibu, kita memohon petunjuk untuk menyelesaikan setiap masalah. Ketika eling dengan ibu, Ida Sang Hyang Widhi, ibu akan memeluk kita. Saat manusia eling dengan Ida Sang Hyang Widhi, seperti anak merindukan ibu, itulah ciri-ciri manusia bhakti.” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....