Wanita dan Pria Menghadapi Masalah Dengan Cara Berbeda
- 17 Jul 2024 21:27 WIB
- Denpasar
KBRN,Denpasar: Secara fisik dengan kasat mata ada perbedaan yang sangat mencolok antara pria dari wanita.
Bukan hanya itu saja, dalam cara berpikir, ternyata juga terdapat perbedaan diantara mereka yang sangat signifikan.
Perbedaan cara berpikir ini juga yang akhirnya memunculkan perbedaan terutama dalam mengambil tindakan dan respons terhadap sebuah peristiwa atau situasi.
Walau memang diakui belum diketahui secara pasti ihwal perbedaan ini, namun diduga karena faktor biologis, psikologis dan hingga kemasalah sosial.
Misalnya, wanita condong memiliki kapasitas emosional yang lebih kuat namun memiliki ketahanan yang lebih rendah terhadap ketakutan.
Dalam situasi sepeti itu, wanita cenderung lebih memilih sifat damai dibandingkan dengan pria.
Disisi lain, para pria memiliki sifat agresif, yang oleh psikologi evolusioner ditandai dengan ciri-ciri pemburu dan cenderung lebih siap menghadapi bahaya.
Pada saat berhadapan dengan situasi yang menimbulkan stress, otak pria biasanya akan menanggapinya dengan respons fight or flight or freeze (bertarung atau lari atau kaku membeku).
Sementara itu otak wanita akan merepons situasi yang sama dengan perasaan perlindungan dan ketakutan.
Secara genetik sejatinya otak wanita diprogram “melindungi anak-anak” mereka, terlepas dari pandangan feminis yang berbeda.
Informasi yang disajikan oleh ilmu genetika merupakan fakta dan mengikutinya untuk, dan dalam kerangka kepentingan manusia.
Walau ada dimensi budaya dalam fenomena ini, aspek biologis sejatinya jauh lebih mendominasi.
Wanita lebih cenderung menginvestasikan energi mental mereka dalam faktor rumah dan cenderung merasa bahagia di dalam rumah.
Hal ini mengingat kembali peran wanita pada saat masih hidup di gua zaman dahulu kala.
Kala itu tugas wanita adalah menjaga dan merawat anak di rumah (gua)
Dipihak lain pria cenderung berada di luar rumah dan berproduksi.
Ini juga tentu “melanjutkan” peran utama pria ketika masih hidup di dalam gua, yakni berburu sehingga selalu berada di luar rumah (gua).
Pembagian peran atau situasi seperti ini juga sesuai dengan sifat psikologis manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....