Ini Jenis-jenis Canang dan Fungsinya dalam Agama Hindu
- 10 Jul 2024 07:24 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Salah satu upakara yang wajib ada dalam setiap prosesi upacara Yadnya di Bali yaitu Canang. Canang adalah upakara terkecil ( Nista) tetapi merupakan inti dari setiap banten ( upakara) dalam Agama Hindu di Bali. Canang biasanya terbuat dari daun kelapa ( janur), kemudian dihias dengan bunga, daun, dan bahan – bahan lainnya. Persembahan ini sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Ni Ketut Oka Sutriani,S.Pd., dalam acara Surya Puja, di programa 4 RRI Denpasar, ( Selasa,8/7/2024) menyebutkan ada berbagai jenis Canang diantaranya :
1.Canang Genten berbentuk segiempat alasnya bisa dari janur maupun daun pisang, diatasnya berisi pelawa (daun bunga), porosan yang terbuat dari sirih, kapur dan pinang,kemudian diisi wadah lengis ( hiasan dari janur yang berbentuk segitiga). Di bagian paling atas ditata bunga – bunga yang harum, pandan wangi & minyak yang wangi.
2.Canang Sari, merupakan simbol dari Lingga Yoni karena dibagian dasar berbentuk segi empat identik dengan Brahma Baga, diatasnya terdapat urasari yang berbentuk lingkaran sebagai simbol Yoni. Ketika lingkaran dan segiempat digabungkan akan membentuk segidelapan sebagai simbol Wisnu Baga. Kemudian bentuk bunga yang menjulang menyerupai Lingga atau Siwa Baga. Canang sari dilengkapi dengan tebu, pisang,jajan,minyak atau boreh wangi, dan beras sebagai simbol kemakmuran yang dihasilkan dari pertemuan Lingga Yoni.
3.Canang Burat Wangi, bentuknya hampir mirip dengan Canang Genten hanya saja di bagian bawah berisi, burat wangi(cendana & akar – akaran yang harum), lenga Wangi berwarna hitam ( kacang komak, ubi keladi, pisang kayu yang masih mentah semuanya digosongkan sampai hitam lalu dihaluskan dicampur dengan minyak kelapa dan wewangian). Kemudian Lenga wangi berwarna putih ( menyan dan malam terbuat dari pollen,madu serta wewangian). Canang ini biasanya dihaturkan bersama Canang Pasucian ketika hari suci Purnama dan Tilem.
4.Canang Tadah Pawitra atau Tadah Sukla, berbentuk seperti Canang Genten tetapi dilengkapi dengan isian kacang, komak, ubi, keladi dan pisang, semua bahan tersebut digoreng sampai matang. Kemudian di atasnya ditambahkan porosan, wadah lengis dan bunga yang harum. Biasanya Canang ini melengkapi banten Suci atau bisa juga dihaturkan ketika hari suci Purnama dan Tilem.
5. Canang Pasucian atau Canang Pengraos,berbentuk segiempat. Bagian bawah berisi pamor ( kapur), buah pinang , gambir dan tembakau, di tengah – tengah diisi dua lembar daun sirih yang utuh. Kemudian dibagian atas diisi minyak yang wangi dan beras yang dicuci dengan air cendana. Paling atas diisi bunga – bunga yang harum. Fungsi canang ini adalah untuk menyucikan bagian mulut dan dalam setiap pertemuan atau pembicaraan penting, Canang Pengraos ini wajib ada.
6. Canang Pangeresikan, alasnya berbentuk segiempat dan terbuat dari janur. Diisi tepung tawar ( daun dadap, kunyit dan tepung beras dihancurkan jadi satu), Kemudian sisig ( jajan rengginang yang dipanggang sampai hangus ). Isi selanjutnya yaitu ambuh terbuat dari daun kembang sepatu, kemudian jeruk nipis, tepung putih,beras dan minyak wangi. Canang Pangeresikan ini berfungsi sebagai penyucian yang pertama dalam setiap upacara yadnya di Bali.
7.Canang Meraka, alasnya terbuat dari janur yang berisi tebu, jajan, dan buah-buahan sesuai kemampuan. Kemudian di atasnya dilengkapi dengan sampian kojong dan Canang Genten. Canang meraka ini berfungsi sebagai canang rarapan ( oleh – oleh) yang merupakan bentuk persembahan yang sederhana dihaturkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
8. Canang Tubungan, bentuk dan perlengkapannya hampir sama dengan Canang Genten, yang berbeda hanya bentuk porosannya yang terdiri dari empat buah daun sirih, lengkap dengan tangkainya. Kemudian daun sirih tersebut dibagi dua, didalamnya diisi pamor ( kapur), gambir,dan buah pinang. Kemudian sirih digulung dan disatukan berhadap – hadapan diikat dengan selembar daun sirih. Canang ini berfungsi sebagai persembahan yang ditujukan kepada leluhur.
9.Canang Rebong, dialasi sebuah dulang kecil, berisi hiasan janur yang menjuntai ke bawah . Kemudian di bagian tengah dulang ditancapkan sebatang pohon pisang untuk menancapkan bunga. Di atas dulang diisi 6 buah takir (berbentuk cekung terbuat dari daun pisang dan berisi beras kuning, air cendana, burat wangi, lenga wangi, tadah pawitra, pisang emas dan kakiping. Kemudian di bagian atas diisi hiasan bunga,pada puncaknya ditancapkan 3 buah cili dari janur. Canang ini sebagai simbol gunung dengan segala kemakmuran yang dihasilkannya.
10. Canang Oyodan, alasnya menggunakan sebuah wakulan dari janur atau dulang. Isinya sama seperti Canang Rebong tetapi ditambahkan dengan sebuah tumpeng, nyahnyah ( campuran beras merah, ketan, beras putih, kelapa yang disisir) semuanya disangrai sampai matang,kemudian ditempatkan di dalam takir. Diatas perlengkapan tersebut barulah diisi dengan bunga dan hiasan janur. (I Gusti Agung Istri Agung Krisnawati).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....