Olahraga yang Sesuai Kepribadian bisa Bantu Jaga Konsistensi
- 06 Okt 2026 13:27 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Memilih olahraga tidak hanya berkaitan dengan target kebugaran. Karakter dan preferensi seseorang juga dapat menjadi pertimbangan agar aktivitas fisik terasa lebih menyenangkan dan mudah dijalani secara konsisten.
Sebuah studi pada 2025 yang menggunakan model kepribadian Big Five menunjukkan adanya hubungan antara karakter seseorang dengan pilihan dan pengalaman mereka dalam berolahraga. Model tersebut mencakup lima sifat utama, yakni ekstraversi, agreeableness, keterbukaan terhadap pengalaman, kehati-hatian, dan neurotisisme.
Dilansir dari Health, pakar ilmu olahraga Domenic Angelino mengatakan kepribadian dapat memberikan petunjuk mengenai jenis aktivitas fisik yang kemungkinan lebih menyenangkan bagi seseorang. Ketika olahraga terasa menyenangkan, seseorang dinilai lebih mungkin mempertahankan aktivitas tersebut secara rutin.
Ekstrovert Cocok dengan Olahraga Berkelompok
Bagi orang yang senang bersosialisasi dan mendapatkan energi dari interaksi dengan orang lain, olahraga berkelompok dapat menjadi pilihan.
Aktivitas seperti Zumba, HIIT, bootcamp, bersepeda bersama, hingga olahraga beregu dapat memberikan suasana yang lebih dinamis. Berolahraga bersama teman juga dapat membuat latihan terasa lebih menarik.
Dalam memilih teman olahraga, tingkat kebugaran juga dapat menjadi pertimbangan. Pasangan latihan yang memiliki tingkat kebugaran relatif sama atau sedikit lebih bugar dapat membantu menciptakan tantangan yang tetap realistis.
Introvert Bisa Memilih Olahraga Individual
Sebaliknya, orang yang lebih nyaman dengan suasana tenang dan tidak terlalu banyak interaksi sosial dapat memilih olahraga individual.
Lari, yoga, Pilates, berenang, atau latihan di rumah dapat memberikan ruang untuk berolahraga tanpa tuntutan interaksi yang terlalu besar. Lingkungan yang tenang juga dapat membantu aktivitas terasa lebih nyaman.
Pilihan olahraga tetap perlu disesuaikan dengan minat masing-masing. Seseorang yang introvert bukan berarti tidak dapat menikmati olahraga berkelompok, begitu pula sebaliknya.
Suka Keteraturan? Pilih Latihan Terstruktur
Orang dengan tingkat kehati-hatian tinggi umumnya lebih menyukai sesuatu yang terencana dan memiliki aturan jelas. Program latihan dengan jadwal tetap dapat membantu mereka menjaga konsistensi.
Latihan angkat beban dengan program terukur, kelas olahraga dengan pola latihan yang konsisten, atau aplikasi kebugaran yang mencatat perkembangan dapat menjadi pilihan.
Mencatat beban, jumlah repetisi, durasi latihan, serta perkembangan kemampuan juga dapat memberikan kepuasan karena hasil latihan dapat dipantau dari waktu ke waktu.
Mudah Bosan Bisa Mencoba Banyak Jenis Olahraga
Sementara itu, orang yang memiliki keterbukaan tinggi terhadap pengalaman cenderung menyukai variasi dan hal-hal baru.
Jenis olahraga seperti menari, panjat tebing, bela diri, hingga animal flow dapat menjadi pilihan. Variasi latihan juga dapat membantu mencegah munculnya rasa bosan.
Namun, tidak semua orang yang mudah bosan harus terus mengganti program latihan. Bagi mereka yang kurang menyukai perubahan, program yang konsisten justru dapat terasa lebih nyaman. Perubahan dapat dilakukan secara bertahap tanpa mengubah keseluruhan rutinitas.
Olahraga Ringan Bisa untuk yang Mudah Cemas
Olahraga juga tidak selalu harus dilakukan dengan intensitas tinggi atau suasana kompetitif. Bagi orang yang mudah merasa cemas atau sensitif terhadap tekanan, aktivitas dengan suasana lebih tenang dapat menjadi alternatif.
Jalan kaki di alam, yoga restoratif, tai chi, dan latihan peregangan dapat dicoba. Menurut studi 2025 yang dikutip Health, orang dengan tingkat neurotisisme yang lebih tinggi cenderung menyukai aktivitas olahraga yang dilakukan secara privat dan dalam durasi lebih singkat.
Meski demikian, kepribadian tidak seharusnya menjadi aturan yang membatasi pilihan olahraga. Karakter seseorang lebih tepat digunakan sebagai petunjuk awal untuk menemukan aktivitas yang terasa nyaman.
Selain kepribadian, faktor lain juga perlu diperhatikan, seperti minat pribadi, kondisi fisik, lingkungan sosial, waktu yang tersedia, serta akses menuju tempat olahraga.
Jarak tempat latihan yang terlalu jauh, durasi latihan yang tidak sesuai dengan jadwal harian, atau target frekuensi olahraga yang terlalu tinggi dapat membuat seseorang kesulitan mempertahankan rutinitas.
Karena itu, olahraga yang paling tepat bukan selalu yang paling berat, melainkan aktivitas yang sesuai dengan kondisi dan dapat dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....