Studi Ungkap Rahasia Evolusi Pola Makan Panda Purba
- 16 Sep 2026 07:35 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Nenek moyang panda raksasa pada masa purba adalah pemakan daging seperti beruang pada umumnya, bukan pemakan tumbuhan sejak awal.
- Panda tidak langsung beralih dari daging ke bambu jutaan tahun lalu, tetapi menjalani fase pola makan nabati yang beragam hingga setidaknya 5.000 tahun lalu.
- Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa asumsi umum bahwa panda hanya mengonsumsi bambu selama dua juta tahun terakhir adalah keliru dan memerlukan revisi pemahaman evolusi spesies ini.
RRI.CO.ID, Denpasar - Panda raksasa (Ailuropoda melanoleuca) yang dikenal dengan parasnya yang lucu dan gemar mengunyah bambu ternyata memiliki masa lalu yang mengejutkan. Sebuah penelitian sains mengungkapkan bahwa nenek moyang mamalia menggemaskan ini di masa purba sebenarnya adalah pemakan daging, layaknya spesies beruang pada umumnya.
Temuan ini mematahkan anggapan umum yang menyebut panda hanya mengonsumsi bambu selama dua juta tahun terakhir. Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa panda tidak serta-merta beralih dari daging ke bambu jutaan tahun lalu, melainkan menjalani pola makan nabati yang beragam hingga setidaknya 5.000 tahun yang lalu sebelum akhirnya beralih total ke bambu.
Dalam riset yang dipublikasikan di jurnal Current Biology, para peneliti dari Chinese Academy of Sciences meneliti komposisi isotop stabil pada gigi, rambut, dan tulang spesimen panda modern serta 12 fosil panda purba dari situs arkeologi di China selatan. Hasilnya mengonfirmasi adanya perbedaan rasio isotop yang signifikan, mengindikasikan bahwa pola makan panda purba jauh lebih bervariasi dibandingkan panda modern.
Uniknya, fakta biologis menunjukkan bahwa panda modern saat ini masih memiliki sistem pencernaan karnivora dan sesekali masih bisa mencerna daging. Namun karena kini pola makan mereka terbatas pada bambu yang rendah gizi, panda harus mengonsumsi 12 hingga 38 kilogram bambu per hari untuk mencukupi kebutuhan energi, yang memicu gaya hidup pasif dan laju metabolisme rendah.
Penyebab pasti mengapa panda menghentikan konsumsi daging dan sepenuhnya beralih ke bambu hingga kini masih diteliti oleh para ilmuwan. Diduga kuat, masa transisi tersebut dipicu oleh kombinasi kompleks antara perubahan iklim ekstrim, perluasan wilayah aktivitas manusia, hingga persaingan antarspesies dalam memperebutkan sumber daya makanan di alam liar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....