Badak Putih Utara Terancam Punah Total
- 16 Sep 2026 07:37 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Badak putih utara telah dinyatakan punah secara fungsional dengan hanya dua individu betina bernama Najin dan Fatu yang masih hidup di dunia.
- Pejantan terakhir dari spesies ini, Sudan, telah mati pada Maret 2018, sementara kedua betina yang tersisa tidak mampu berkembang biak secara alami karena kondisi kesehatan mereka.
- Status punah secara fungsional berarti spesies badak putih utara tidak lagi mampu bereproduksi secara alami dan tidak memiliki harapan untuk pulih tanpa intervensi teknologi reproduksi modern.
RRI.CO.ID, Denpasar - Populasi badak putih utara yang berasal dari kawasan Afrika Tengah dan Timur kini berada di titik kritis dan dinyatakan punah secara fungsional. Berdasarkan keterangan resmi BioRescue Consortium dan Ol Pejeta Conservancy pada April 2026, populasi mamalia ini di dunia hanya tersisa dua individu betina bernama Najin dan Fatu yang dirawat ketat di Kenya.
Status punah secara fungsional menandakan bahwa spesies tersebut tidak lagi mampu berkembang biak secara alami. Pejantan terakhir dari spesies ini, Sudan, telah mati pada Maret 2018, sedangkan Najin dan Fatu juga tidak memungkinkan untuk mengandung karena kondisi kesehatan masing-masing.
Krisis keberlangsungan ini tidak hanya menimpa badak putih utara. Dari lima spesies badak yang masih tersisa di bumi, badak hitam, badak Jawa, dan badak Sumatra juga masuk dalam kategori sangat terancam punah. Dua spesies terakhir yang hidup di Indonesia terus menghadapi ancaman serius berupa perburuan liar, penyusutan habitat alami, hingga rendahnya tingkat kelahiran.
Dilansir dari laporan BioRescue, berbagai upaya teknologi reproduksi canggih kini dikembangkan untuk menyelamatkan keberadaan populasi tersebut. Konsorsium tersebut berhasil menghasilkan 39 embrio murni badak putih utara yang rencananya akan ditanamkan pada badak putih selatan sebagai induk pengganti (surrogate mother).
Sementara itu di Indonesia, program bayi tabung juga mulai dikembangkan secara intensif guna menyelamatkan keberlangsungan badak Sumatra. Selain upaya medis dan konservasi, masyarakat publik juga diberikan kesempatan untuk mendukung biaya perawatan Najin dan Fatu melalui program adopsi simbolis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....