Sekitar 1.800 Warga Jepang Tarik Kastil 400 Ton Kembali ke Posisi Semula

  • 15 Sep 2026 07:56 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Sebanyak 1.800 warga Hirosaki berkumpul untuk menarik menara utama Kastil Hirosaki yang berbobot 400 ton kembali ke posisi aslinya.
  • Pemindahan menara merupakan tahap akhir dari program restorasi jangka panjang Kastil Hirosaki.
  • Fondasi menara yang menggembung berisiko runtuh saat terjadi gempa bumi berskala besar, sehingga pemindahan dilakukan untuk memperkuat struktur bangunan.

RRI.CO.ID, Denpasar - Aksi gotong royong luar biasa baru saja terjadi di Hirosaki, Prefektur Aomori, Jepang. Sekitar 1.800 warga setempat berkumpul dan bahu-membahu menarik menara utama Kastil Hirosaki yang berbobot 400 ton untuk dikembalikan ke tapak posisi aslinya.

Berdasarkan informasi dari Pemerintah Kota Hirosaki, aksi pemindahan masif ini merupakan bagian akhir dari program restorasi jangka panjang. Pemindahan dilakukan karena dinding batu fondasi di bawah menara sempat menggembung dan berisiko runtuh jika diguncang gempa bumi berskala besar.

Untuk memperbaiki struktur fondasi tersebut, menara kastil terlebih dahulu dipindahkan sejauh 70 meter dari posisi semula pada tahun 2015. Selama menara digeser, para ahli membongkar dan menyusun kembali sekitar 2.185 batu fondasi demi memperkokoh ketahanan struktur bawahnya.

Setelah proses perbaikan fondasi selesai, menara mulai dikembalikan menggunakan hikiya, yaitu teknik tradisional Jepang untuk memindahkan bangunan utuh tanpa perlu membongkarnya. Bangunan diangkat dari fondasi, diletakkan di atas rel dan roller, lalu digeser perlahan menggunakan tali dengan bantuan partisipasi warga serta mesin penarik.

Perkembangan proses restorasi unik ini juga dibagikan oleh akun promosi wisata lokal @e_comeonhirosaki. Kastil Hirosaki pertama kali dibangun pada 1611, sementara menara yang berdiri saat ini merupakan hasil pembangunan kembali pada 1810 usai bangunan aslinya terbakar akibat sambaran petir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....