ketika Smartphone Membuat Keluarga Terasa Semakin Jauh
- 14 Sep 2026 07:13 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Kemudahan teknologi digital di era modern kerap membawa dampak kontradiktif dalam kehidupan berkeluarga. Terlalu fokus pada gawai (smartphone) berisiko mendekatkan yang jauh namun menjauhkan yang dekat hingga membuat pasangan dan anak merasa asing di rumahnya sendiri.
Dalam acara Rahajeng Bali pada Kamis, 3 September 2026, Pakar Kesehatan Jiwa, Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani, Sp.KJ(K), menyoroti fenomena masyarakat saat ini yang lebih banyak memikirkan dan mengamati dinamika luar ketimbang memperhatikan kondisi keluarganya sendiri.
Menurut Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani, Sp.KJ(K) keterikatan tanpa batas pada media sosial dan gawai dapat memicu berbagai kerentanan emosional di dalam rumah tangga, seperti:
- Terabaikannya Interaksi Langsung: Terkoneksi 24 jam di dunia maya membuat waktu bercengkerama dengan pasangan maupun anak terabaikan, sehingga rumah kehilangan fungsinya sebagai tempat berlindung yang nyaman.
- Risiko Lonjakan Konflik Domestik: Kurangnya komunikasi terbuka membuat potensi konflik tertimbun. Hal ini terbukti saat pandemi COVID-19, di mana Indonesia sempat mencatatkan peningkatan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) hingga 300 persen akibat kerapuhan hubungan di dalam rumah.
- Anak Kehilangan Figur Pendengar: Ketika orang tua sibuk dengan layar gawai masing-masing, anak merasa tidak dipedulikan dan berisiko mencari validasi atau pelarian di luar rumah.
Menjaga kesehatan mental keluarga perlu dimulai dengan membangun kembali kebiasaan berkomunikasi secara langsung tanpa gangguan gawai. Meluangkan waktu khusus untuk saling menyimak cerita harian, membicarakan masalah, serta mencari solusi bersama menjadi langkah krusial agar rumah tangga tetap harmonis dan terhindar dari krisis emosional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....