ketika Bullying Mendorong Anak Mencari Pelarian di Dunia Maya
- 14 Sep 2026 06:58 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Perundungan (bullying) di lingkungan sekolah maupun sosial kerap menjadi pukulan berat bagi kesehatan mental anak. Ketika ruang nyata tak lagi terasa aman dan minim dukungan emosional, dunia maya sering kali menjadi ruang pelarian utama bagi anak untuk mencari perlindungan serta pengakuan sosial.
Dalam siaran Rahajeng Bali di Programa 4 RRI Denpasar pada Rabu, 9 September 2026, Direktur LBH Apik Bali, Luh Putu Anggreni, S.H, dan Analis SDM Aparatur Ahli Muda Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Prov. Bali, Anak Agung Surya Pradipta, S.STP.,M.AP, mengungkapkan bahwa perilaku anak yang tenggelam dalam gawai atau gim daring berjam-jam kerap merupakan cerminan dari tekanan emosional yang mereka alami di dunia nyata.
Dampak perundungan yang tidak ditangani dengan baik dapat memicu dinamika pelarian digital pada anak :
- Hilangnya Rasa Aman di Dunia Nyata : Perlakuan kasar, celaan, atau pengucilan oleh teman sebaya meruntuhkan rasa percaya diri anak, membuat sekolah atau lingkungan sekitar terasa mengancam.
- Pencarian Validasi dan Komunitas Baru: Media sosial dan gim daring menawarkan ruang bagi anak untuk membentuk identitas baru, diterima oleh kelompok maya, serta mendapatkan pengakuan yang tidak mereka peroleh di lingkungan fisik.
- Ancaman Bahaya Berlapis: Pelarian tanpa arahan orang tua berisiko menjerumuskan anak pada ancaman baru, mulai dari perundungan siber (cyberbullying),kecanduan gawai, hingga potensi manipulasi oleh pihak tak dikenal di internet.
Untuk memutus rantai pelarian yang berisiko ini, rumah harus dikembalikan fungsinya sebagai benteng perlindungan emosional utama:
- Tanggap Terhadap Perubahan Perilaku : Orang tua perlu peka jika anak tiba-tiba menjadi pemurung, mengalami penurunan prestasi, atau menunjukkan keengganan untuk bersekolah.
- Mendengar Tanpa Menghakimi : Sediakan waktu untuk mendengarkan keluh kesah anak tanpa terburu-buru meremehkan masalah mereka atau menyalahkan sikap penakut anak.
- Mendampingi Ruang Digital Anak : Kenali platform digital yang digunakan anak dan jadikan interaksi media sosial sebagai bahan diskusi hangat di meja makan, bukan bahan intimidasi.
Menyelamatkan anak dari dampak bullying membutuhkan kehadiran utuh dan empati orang tua. Ketika anak merasa didengar dan diterima secara penuh di rumah, mereka tidak perlu lagi mencari perlindungan semu di dunia maya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....