Orang Tua Jangan Hanya Bertanya, tapi Perlu Tahu Dunia Digital Anak
- 11 Sep 2026 15:05 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Di era digital saat ini, pola interaksi antara orang tua dan anak menghadapi tantangan yang kian kompleks. Sekadar bertanya mengenai kegiatan di sekolah tidak lagi cukup jika orang tua tidak berusaha memahami dunia digital yang menjadi ruang kehidupan sehari-hari anak.
Dalam acara Rahajeng Bali pada Rabu, 9 September 2026, Direktur LBH Apik Bali, Luh Putu Anggreni, S.H, dan Analis SDM Aparatur Ahli Muda Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Prov. Bali, Anak Agung Surya Pradipta, S.STP.,M.APmenyoroti pentingnya peningkatan literasi digital bagi orang tua demi mencegah terciptanya jarak emosional maupun konflik di dalam rumah tangga.
Minimnya pemahaman orang tua terhadap aktivitas digital yang diakses anak dapat menimbulkan berbagai dampak yang memengaruhi mental dan perilaku:
- Risiko Perundungan Siber (Cyberbullying): Anak yang menjadi korban kekerasan atau perundungan di media sosial maupun gim daring kerap memilih diam karena merasa orang tua tidak akan memahami permasalahan mereka.
- Perubahan Perilaku dan Performa Belajar: Tekanan yang dialami di dunia maya sering kali terbawa ke dunia nyata, berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, hilangnya rasa percaya diri, hingga sikap enggan bersekolah.
- Kesenjangan Komunikasi Antargenerasi: Sikap orang tua yang cenderung menghakimi penggunaan gawai tanpa paham fungsi dan konteksnya membuat anak semakin tertutup dan mencari pelarian di luar rumah.
Untuk menjembatani perbedaan generasi serta menjaga rumah tetap menjadi ruang yang aman, orang tua perlu mengambil langkah-langkah adaptif:
- Belajar Mengenali Media Digital Anak: Luangkan waktu untuk mempelajari platform media sosial, gim, atau konten digital yang sedang digemari anak agar komunikasi terjalin dua arah.
- Membangun Diskusi Empatis: Ubah pola bertanya yang bersifat interogatif menjadi dialog santai. Tanyakan pengalaman atau hal menarik yang anak temukan di dunia maya tanpa langsung memberi stigma negatif.
- Pendampingan yang Bijaksana: Buat kesepakatan bersama terkait batasan waktu penggunaan gawai (screen time) serta ajarkan etika berinternet secara aman tanpa merusak rasa saling percaya.
Mendampingi anak di era digital bukan berarti mengawasi secara mengekang, melainkan hadir sebagai pelindung dan teman berdiskusi yang tepercaya. Dengan keterbukaan orang tua untuk terus belajar, dunia digital anak dapat diarahkan menjadi ruang yang sehat dan mendukung tumbuh kembang mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....