Beda Generasi, Beda Pola Asuh: Keluarga Harus Mau Belajar

  • 11 Sep 2026 15:04 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Perbedaan zaman kerap membawa pergeseran mendasar dalam pendekatan mengasuh anak. Ketidaksepahaman antara pola asuh tradisional generasi tua (kakek-nenek) dan metode modern yang diterapkan generasi muda (orang tua milenial dan Gen Z) tak jarang memicu gesekan serta konflik terselubung di dalam rumah tangga.

Dalam acara Rahajeng Bali pada Rabu, 2 September 2026, Ketua Divisi Pelayanan Hukum LBH APIK Bali, Gusti Ayu Agung Yuli Marhaeningsih, menekankan pentingnya kehendak bersama antargenerasi untuk saling belajar dan mengikis ego dalam pengasuhan demi ketenteraman keluarga.

Gesekan terkait pola asuh antargenerasi di dalam rumah umumnya bersumber dari beberapa hal:

  • Perubahan Era dan Tantangan Zaman: Tantangan tumbuh kembang anak di era digital saat ini sangat berbeda dibandingkan masa lalu, sehingga cara mendidik yang diterapkan orang tua muda kerap berbenturan dengan kebiasaan lama kakek dan nenek.
  • Dampak Konflik pada Psikologis Anak: Pola asuh yang penuh tekanan atau perselisihan di rumah kerap terbawa ke lingkungan sekolah. Anak bisa menjadi korban bullying, mengalami penurunan rasa percaya diri, hingga enggan bersekolah.
  • Dominasi dan Tuntutan Sepihak: Keinginan generasi senior agar cara-cara lama dituruti secara mutlak tanpa membuka ruang dialog kerap menempatkan orang tua muda, khususnya menantu dalam posisi tertekan.

Untuk menyelaraskan perbedaan pola asuh tanpa menimbulkan keretakan hubungan, beberapa pendekatan edukatif perlu dilakukan:

  • Menghargai Otonomi Orang Tua Muda: Kakek dan nenek hendaknya menahan diri untuk tidak mengintervensi keputusan pengasuhan, serta memberikan kepercayaan penuh kepada anak dan menantu dalam mendidik buah hati mereka.
  • Komunikasi Terbuka dan Saling Mengedukasi: Membuka ruang diskusi yang sehat untuk membahas kebiasaan dan aturan keluarga secara santun, tanpa merasa paling benar atau saling menghakimi.
  • Kepekaan Orang Tua terhadap Perubahan Anak: Ketika anak menunjukkan kendala dalam belajar atau bersosialisasi, orang tua dan keluarga besar harus sigap berkomunikasi untuk mencari akar masalahnya, bukan saling melempar kesalahan.

Perbedaan pola asuh pada dasarnya bukanlah ancaman, melainkan kesempatan bagi setiap anggota keluarga untuk saling melengkapi. Dengan keterbukaan hati untuk terus belajar dan saling menghormati peran masing-masing, rumah akan tetap menjadi tempat tumbuh kembang yang aman dan bahagia bagi anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....