ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Aman, Mengapa KDRT Bisa Berulang?

  • 11 Sep 2026 14:39 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Rumah idealnya menjadi tempat paling aman untuk berteduh dan berlindung. Namun bagi sebagian orang, rumah justru berubah menjadi tempat yang penuh ketakutan akibat tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi secara berulang.

Dalam acara Rahajeng Bali pada Rabu, 2 September 2026, Ketua Divisi Pelayanan Hukum LBH APIK Bali, Gusti Ayu Agung Yuli Marhaeningsih, mengungkapkan bahwa KDRT memiliki pola khas yang cenderung berulang jika tidak ditangani secara tuntas. Fenomena ini kerap dikenal sebagai lingkaran KDRT. Berulangnya aksi kekerasan di dalam rumah tangga umumnya dipicu oleh beberapa faktor utama:

  • Ketimpangan Relasi Kuasa: Posisi antara pelaku dan korban sering kali tidak seimbang. Korban yang mayoritas perempuan terjebak dalam ketergantungan ekonomi serta tekanan sosial untuk menjaga nama baik atau "aib" keluarga.
  • Pola Komunikasi yang Buruk: Buruknya komunikasi antaranggota keluarga sering menjadi pemicu kesalahpahaman yang berujung pada aksi kekerasan.
  • Perilaku dan Latar Belakang Pelaku: Emosi yang tidak terkontrol serta kebiasaan pelaku yang tidak diubah membuat permintaan maaf setelah kekerasan hanya menjadi siklus sementara sebelum aksi serupa terulang kembali.

Kekerasan yang terjadi terus-menerus tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga menyerang kesehatan mental. Korban kekerasan psikis yang setiap hari dihina atau direndahkan akan mengalami ketakutan kronis, rasa rendah diri, hingga berdampak pada kesehatan fisik (psikosomatis) seperti jantung berdebar dan gangguan asam lambung.

Untuk memutus rantai kekerasan ini, penting bagi perempuan untuk mulai memberdayakan diri, salah satunya melalui kemandirian ekonomi. Selain itu, keterbukaan untuk membangun komunikasi yang sehat serta keberanian mencari bantuan hukum atau mediasi yang aman menjadi langkah krusial agar rumah dapat kembali menjadi tempat yang aman dan menenteramkan bagi seluruh anggota keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....