Aturan Baru Bagasi Garuda Indonesia Mulai September 2026
- 31 Agt 2026 14:59 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Garuda Indonesia akan mengubah sistem bagasi dari weight concept (berbasis berat total) menjadi piece concept (berbasis jumlah koper) mulai 1 September 2026.
- Penumpang harus memperhatikan alokasi koper yang tertera pada e-ticket, bukan hanya total bobot barang yang dibawa.
- Contoh penerapan baru: jika tiket mencantumkan satu piece dengan berat maksimal 23 kg, penumpang tidak boleh membawa dua koper meski total beratnya di bawah 23 kg.
RRI.CO.ID, Denpasar - Penumpang maskapai Garuda Indonesia perlu mencermati aturan penerbangan terbaru yang bakal berlaku mulai 1 September 2026. Maskapai pelat merah ini resmi mengubah sistem jatah bagasi terdaftar (checked baggage) dari berbasis berat keseluruhan (weight concept) menjadi berbasis jumlah koper (piece concept).
Perubahan ini mengharuskan penumpang memperhatikan tidak hanya bobot barang, melainkan juga alokasi koper yang tertera pada e-ticket. Sebagai contoh, jika tiket mencantumkan jatah satu piece dengan berat maksimal 23 kg, penumpang tidak diperkenankan membawa dua koper meski total gabungan beratnya di bawah 23 kg.
Rincian aturan skema piece concept Garuda Indonesia menetapkan jatah satu koper maksimal 23 kg untuk penumpang kelas ekonomi penerbangan domestik. Sementara untuk kelas ekonomi internasional, penumpang berhak membawa hingga dua koper dengan batas masing-masing 23 kg, serta alokasi dua koper maksimal 32 kg per koper bagi penumpang kelas Business dan First.
Adapun untuk ketentuan bagasi kabin tetap dibatasi satu tas atau koper berdimensi maksimal 56 x 36 x 23 sentimeter dengan berat tidak melebihi 7 kilogram. Kebijakan baru ini disesuaikan guna mempermudah standarisasi penerbangan internasional serta meningkatkan kenyamanan dan kerapian proses check-in.
Aturan berbasis jumlah koper ini berlaku untuk tiket yang diterbitkan atau dibeli mulai 1 September 2026. Bagi penumpang yang sudah memegang tiket sebelum tanggal tersebut, ketentuan bagasi gratis masih tetap mengacu pada sistem hitungan berat lama (weight concept).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....