Tersisa Dua Ekor Badak Kalimantan di Ambang Kepunahan
- 27 Agt 2026 13:23 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Badak Kalimantan saat ini hanya tersisa dua ekor betina yang dikenal bernama Pahu dan Pari, membuat spesies ini berada di ambang kepunahan.
- Pahu ditempatkan di Suaka Badak Kelian, Kalimantan Timur, sementara Pari masih hidup di habitat liar kawasan hutan Kabupaten Mahakam Ulu tanpa pasangan jantan.
- Ketiadaan pasangan jantan membuat peluang reproduksi alami badak Kalimantan menjadi sangat terbatas dan mengkhawatirkan untuk kelangsungan hidup spesies.
RRI.CO.ID, Denpasar - Keberadaan badak Kalimantan kini kembali menjadi perhatian. Satwa yang dikenal sebagai salah satu mamalia paling langka di Indonesia tersebut berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Saat ini, hanya dua ekor badak Kalimantan yang diketahui masih bertahan hidup, dan keduanya merupakan betina.
Kedua badak tersebut adalah Pahu dan Pari. Pahu kini berada di Suaka Badak Kelian, Kalimantan Timur, sementara Pari masih hidup di habitat liarnya di kawasan hutan Kabupaten Mahakam Ulu. Kondisi menjadi semakin pelik karena Pari hidup tanpa pasangan, sehingga peluang bagi spesies ini untuk berkembang biak secara alami semakin terbatas.
Badak Kalimantan atau Dicerorhinus sumatrensis harrissoni merupakan salah satu subspesies badak yang populasinya terus mengalami penurunan. Keberadaannya yang semakin langka membuat berbagai upaya konservasi menjadi penting, terlebih karena kehilangan satu individu saja dapat memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan populasinya.
Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah program bayi tabung atau teknologi reproduksi berbantu. Upaya ini diharapkan dapat membuka peluang baru untuk menghasilkan keturunan badak Kalimantan, terutama ketika perkembangbiakan secara alami menghadapi berbagai kendala.
Program tersebut menjadi salah satu harapan untuk menjaga agar satwa langka ini tidak benar-benar hilang dari hutan Indonesia. Di sisi lain, perlindungan habitat dan pengawasan terhadap populasi yang tersisa juga tetap menjadi bagian penting dari upaya konservasi.
Dengan jumlah individu yang tinggal hitungan jari, setiap keberadaan badak Kalimantan menjadi begitu berharga. Kisah Pahu dan Pari sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga satu spesies bukan hanya tentang mempertahankan keberadaan seekor satwa, tetapi juga memastikan salah satu bagian penting dari kekayaan alam Indonesia tetap memiliki kesempatan untuk bertahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....