Benarkah Minum dari Gelas Kaca Terasa Lebih Enak? Ini Penjelasan Ilmiahnya
- 12 Agt 2026 06:28 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Banyak orang yang lebih suka minum dari gelas kaca dibandingkan gelas plastik atau cangkir kertas. Ternyata hal tersebut bukan hanya sugesti tetapi wadah minuman memang memengaruhi pengalaman seseorang saat menikmati minuman.
Menurut U.S. Food and Drug Administration, gelas kaca bersifat inert atau tidak mudah bereaksi dengan makanan atau minuman. Sedangkan gelas plastik terkadang dapat meninggalkan aroma tertentu.
Gelas kaca tidak memberikan gangguan pada aroma dan rasa asli minuman sehingga terasa lebih murni dan segar di lidah. Ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang lebih suka minum dengan gelas kaca.
Sekitar 70–80 persen sensasi yang kita sebut sebagai "rasa" sebenarnya berasal dari aroma yang ditangkap oleh indra penciuman. Gelas kaca tidak menyerap ataupun melepaskan bau sehingga aroma asli minuman dapat tercium lebih jelas. Ini sebabnya kafe dan restoran menggunakan gelas kaca untuk menyajikan minuman.
Tidak hanya isi dan rasa, menurut Journal of Food Quality and Preference, berat wadah ternyata juga memengaruhi persepsi kualitas minuman. Wadah yang terasa lebih berat seringkali membuat seseorang menilai isi di dalamnya lebih berkualitas.
Kaca identik dengan kualitas yang lebih premium. Dengan bobot yang lebih berat, tanpa disadari minum dengan gelas kaca bisa meningkatkan pengalaman saat minum.
Selain itu, tampilan visual juga memengaruhi kenikmatan saat minum. Kaca bening dari gelas kaca memungkinan warna, kejernihan, atau lapisan minuman terlihat dengan jelas. Tampilan visual ini memberi sinyal positif kepada otak sebelum minuman menyentuh lidah.
Menurut Crossmodal Research Laboratory, fenomena ini disebut sebagai crossmodal perception yaitu ketika informasi dari satu indra seperti penglihatan memengaruhi persepsi indra lainnya. Semakin menarik tampilan minuman, semakin besar kemungkinan seseorang menganggap rasanya juga lebih nikmat.
Gelas kaca tidak mengubah komposisi kimia minuman karena gula, asam, kafein, maupun kandungan lainnya tetap sama. Namun, cara otak menerima informasi dari penglihatan, penciuman, sentuhan, dan pengecap dapat membuat kita merasakan pengalaman yang berbeda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....