Mengenal Dua Sisi Kata Terbul

  • 05 Agt 2026 21:23 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID., Denpasar : Di tengah masyarakat Indonesia, istilah terbul kerap kali memicu percakapan menarik karena memiliki makna ganda yang sangat bertolak belakang tergantung pada konteks pembicaraannya. Dilansir dari berbagai sumber, bagi pencinta kuliner, kata terbul ini merupakan singkatan populer dari kue terang bulan. Terang bulan merupakan sebuah jajanan malam manis yang sangat melegenda di berbagai daerah. Namun di sisi lain, dalam dunia ilmu alam dan iktiologi, kata terbul ternyata merujuk pada spesies hewan air tawar berukuran kecil yang hidup di ekosistem perairan nusantara.

Sebagai sebuah kudapan, kue terang bulan atau yang memiliki nama ilmiah kuliner sebagai martabak manis, merupakan kue tebal bertekstur empuk yang menyerupai panekuk (pancake) berbentuk bulat sempurna. Proses pembuatannya mengandalkan adonan berbasis tepung terigu, gula, telur, dan air yang kemudian dipanggang di atas wajan besi tebal hingga permukaannya berongga atau bersarang. Keunikan dari kuliner ini terletak pada penamaannya yang sangat lokal, di mana masyarakat di beberapa wilayah lain juga mengenalnya dengan sebutan kue Bandung atau hok lo pan.

Daya tarik utama dari terbul versi kuliner ini berada pada kombinasi isiannya yang melimpah dan memanjakan lidah setelah matang sempurna. Begitu diangkat dari wajan panas, permukaan adonan langsung diolesi mentega atau margarin dalam jumlah banyak, lalu diguyur susu kental manis sebagai pengikat rasa. Di atasnya, pembeli bebas memilih berbagai taburan klasik mulai dari cokelat meses yang meleleh, parutan keju cheddar yang asin gurih, hingga tumbukan kasar kacang tanah sangrai yang memberikan sensasi renyah di setiap gigitan.

Sementara itu, dalam ranah biologi, istilah terbul mengacu pada sejenis ikan air tawar kecil yang memiliki nama ilmiah Osteochilus hasselti. Spesies ikan ini menghuni area sungai, danau, atau rawa-rawa di wilayah Asia Tenggara dan memiliki karakteristik morfologi yang cukup unik. Jika diamati secara sekilas oleh masyarakat awam, bentuk fisik dan anatomi tubuh ikan terbul ini terlihat sangat mirip seperti miniatur atau versi kecil dari ikan gurami.

Fenomena kepemilikan dua arti yang sangat berbeda ini menunjukkan betapa kayanya kosakata sehari-hari yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Sebuah kata singkat seperti terbul mampu merepresentasikan kelezatan kuliner kaki lima yang hangat sekaligus keanekaragaman hayati perairan lokal yang sunyi. Memahami kedua makna ini tidak hanya memperluas wawasan linguistik, tetapi juga mencegah terjadinya salah paham saat sedang berbelanja makanan di malam hari atau saat sedang memancing di sungai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....