Mengapa Waktu Terasa Berjalan Lebih Cepat Seiring Bertambahnya Usia
- 29 Jul 2026 05:58 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Banyak orang masih mengingat masa kecil ketika liburan sekolah terasa sangat panjang, sementara kini satu tahun seolah berlalu begitu saja. Perbedaan cara merasakan waktu tersebut bukan sekadar perasaan, melainkan fenomena yang telah lama dipelajari dalam bidang psikologi dan ilmu saraf.
Salah satu penjelasannya berkaitan dengan cara otak membentuk dan menyimpan memori. Menurut ahli saraf David Eagleman, penulis The Brain: The Story of You, otak cenderung merekam lebih banyak detail saat menghadapi pengalaman baru sehingga masa-masa tersebut terasa lebih panjang ketika dikenang.
Seiring bertambahnya usia, rutinitas biasanya semakin mendominasi kehidupan sehari-hari. Aktivitas yang berulang, seperti bekerja pada jam yang sama atau menempuh rute yang sama setiap hari, membuat otak menerima lebih sedikit pengalaman baru sehingga perjalanan waktu terasa berlalu lebih cepat saat diingat kembali.
Fenomena tersebut juga dijelaskan melalui konsep retrospective time perception, yaitu cara seseorang menilai lamanya suatu periode setelah peristiwa itu berlalu. Dalam buku Psychology of Time, Simon Grondin menjelaskan bahwa periode yang berisi lebih sedikit pengalaman baru cenderung terasa lebih singkat ketika dikenang.
Kesibukan sehari-hari juga memengaruhi cara seseorang merasakan waktu. Sejumlah penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa perhatian yang terus terbagi pada berbagai aktivitas membuat seseorang lebih fokus menyelesaikan tugas daripada menyadari berjalannya waktu.
Meski demikian, persepsi waktu bukan sesuatu yang sepenuhnya tetap. Para psikolog menyarankan untuk sesekali keluar dari rutinitas dengan mencoba pengalaman baru, seperti mempelajari keterampilan yang berbeda, mengunjungi tempat yang belum pernah didatangi, atau mengubah kebiasaan sehari-hari agar otak memperoleh lebih banyak rangsangan untuk membentuk memori.
Melatih mindfulness atau kesadaran penuh juga dapat membantu seseorang lebih menikmati momen yang sedang dijalani. Menurut American Psychological Association (APA), kebiasaan ini membantu meningkatkan perhatian terhadap pengalaman saat ini sehingga seseorang tidak mudah menjalani hari secara "autopilot".
Waktu sebenarnya tetap berjalan dengan kecepatan yang sama bagi setiap orang. Yang berubah adalah cara otak merekam pengalaman, sehingga mengisi hari dengan hal-hal yang bermakna dan sesekali mencoba sesuatu yang baru dapat membuat perjalanan waktu terasa lebih kaya ketika dikenang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....