Mengapa Resign dari Pekerjaan Identik dengan Pesta Perpisahan dan Traktir Makan?

  • 29 Jul 2026 06:23 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Momen mengundurkan diri atau resign dari sebuah tempat kerja sering kali diwarnai oleh berbagai tradisi unik. Salah satu fenomena yang paling lazim ditemui di lingkungan kantor Indonesia adalah tradisi potong tumpeng, makan bersama, hingga kebiasaan "traktir" kopi atau camilan dari karyawan yang hendak pergi (leaving treat).

Secara sekilas, memberikan jamuan saat hendak meninggalkan pekerjaan terasa cukup paradoks mengapa seseorang yang memutuskan keluar justru mengeluarkan biaya ekstra untuk orang-orang yang ia tinggalkan?

Mengutip berbagai studi perilaku organisasi, riset psikologi tempat kerja, serta analisis riset SDM dari JobStreet by SEEK dan Harvard Business Review (HBR), fenomena ini bukanlah sekadar formalitas, melainkan ritual transisi yang memiliki fungsi sosial dan strategis yang mendalam.

1. Ritual Transisi dan Penutup Babak (Closure)

Dalam konsep sosiologi klasik mengenai rite of passage (ritual transisi) yang dicetuskan oleh antropolog Arnold van Gennep, setiap perpindahan status sosial atau profesional membutuhkan tindakan simbolis untuk menandai babak baru.

  • Pernyataan "Selesai" secara Emosional: Berbagi makanan atau ruang kumpul bersama menjadi media simbolis untuk menandai akhir dari sebuah babak. Jamuan makan memberikan momen pencairan suasana (ice breaking) bagi karyawan yang resign dan rekan kerja yang ditinggalkan untuk saling mengapresiasi perjalanan yang telah dilalui.

  • Melepaskan Ketegangan Teknis: Berdasarkan riset psikologi organisasi mengenai workplace stress release, momen perpisahan yang diisi dengan makan santai efektif mengubah suasana kerja yang penuh tenggat waktu (deadline) menjadi ruang yang lebih personal dan hangat.

2. Ungkapan Terima Kasih dan "Salam Tempel" Sosial

Dalam studi budaya organisasi Asia Tenggara dari Journal of Cross-Cultural Psychology, budaya komunal (collectivism) memegang peranan kuat dalam dinamika profesional. Traktiran atau pesta perpisahan berfungsi sebagai wujud apresiasi atas dukungan rekan kerja selama masa bertugas:

  • Menghargai Bantuan Operasional: Selama bekerja, seorang karyawan tentu pernah dibantu oleh rekan sejawat, atasan, hingga staf pendukung (seperti tim operasional atau cleaning service). Jamuan makan menjadi cara paling universal untuk mengucapkan terima kasih tanpa rasa canggung.

  • Tradisi Berbagi di Budaya Indonesia: Konsep "selamatan" atau makan bersama dalam budaya Nusantara pada dasarnya adalah ekspresi rasa syukur dan doa agar langkah di tempat kerja yang baru diberikan kelancaran dan keberkahan.

3. Strategi Jangka Panjang: Menjaga Networking dan Social Capital

Riset karir dari Harvard Business Review mengenai pentingnya offboarding menegaskan bahwa cara seseorang keluar dari perusahaan berpengaruh besar terhadap reputasi profesional jangka panjangnya:

  • Prinsip Leaving on a Good Note: Meninggalkan kesan positif di hari-hari terakhir bekerja sama pentingnya dengan impresi pertama saat wawancara (onboarding). Traktir makan atau sekadar berbagi camilan menciptakan kenangan manis yang membekas (positive lasting impression).

  • Investasi Modal Sosial (Social Capital): Rekan kerja yang ditinggalkan hari ini bisa jadi merupakan calon mitra bisnis, klien, atau pihak yang memberikan referensi kerja di masa depan. Menjaga hubungan tetap hangat membuka pintu peluang di kemudian hari.

4. Pergeseran Tren & Ragam Kuliner Traktiran Perpisahan

Mengutip hasil survei tren dunia kerja dari JobStreet Indonesia, pilihan menu untuk tradisi perpisahan kini semakin bervariasi mengikuti skala anggaran dan dinamika usia pekerja:

  • Menu Nusantara Komunal: Tumpeng mini, nasi kotak/nasi campur lokal, hingga menu panggangan seperti sate atau bakso masih menjadi pilihan favorit untuk acara makan bersama satu divisi karena kesannya yang hangat dan merakyat.

  • Kopi & Minuman Kekinian: Memesankan es kopi susu gula aren, boba, atau matcha latte dari gerai populer menjadi opsi paling praktis yang sangat digemari pekerja muda untuk dinikmati saat jam istirahat.

  • Camilan & Kudapan Manis (Dessert/Snack Box): Donat lusinan, kue martabak manis, pizza, pastry, hingga jajanan pasar basah sering diandalkan sebagai hidangan tengah meja (sharing snack) yang santai di ruang tengah kantor.

  • Format Virtual Farewell: Bagi lingkungan kerja jarak jauh (remote work), traktiran bergeser menjadi pengiriman hampers kue kering, voucher makan aplikasi online, atau sesi virtual farewell coffee break.

Pada akhirnya, tradisi jamuan makan saat resign menegaskan satu hal penting: di balik angka, laporan, dan target pekerjaan, dunia profesional digerakkan oleh hubungan antarmanusia. Berbagi makanan menjadi jembatan paling efektif untuk menutup sebuah hubungan kerja formal dan membukanya kembali sebagai relasi pertemanan yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....