Hari Hepatitis Sedunia 2026, Dorong Akses Layanan Hepatitis
- 08 Jul 2026 14:53 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Peringatan Hari Hepatitis Sedunia 2026 menjadi momentum global untuk memperkuat upaya pemberantasan hepatitis virus melalui peningkatan akses terhadap layanan pencegahan, pemeriksaan, pengobatan, dan perawatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengusung tema "Hepatitis: Mari Kita Atasi" (Hepatitis: Let's Break It Down) sebagai seruan untuk menghilangkan berbagai hambatan yang masih menghalangi masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang dapat menyelamatkan jiwa.
Berdasarkan materi kampanye Hari Hepatitis Sedunia 2026 yang diterbitkan WHO, hepatitis virus masih menjadi salah satu penyebab utama penyakit hati kronis, sirosis, kanker hati, dan kematian yang sebenarnya dapat dicegah. Meski berbagai teknologi kesehatan telah tersedia, jutaan orang di dunia masih belum terdiagnosis atau belum mendapatkan pengobatan karena stigma, rendahnya kesadaran masyarakat, kesenjangan sistem kesehatan, dan terbatasnya akses terhadap layanan.
WHO menyatakan bahwa dunia saat ini telah memiliki berbagai intervensi yang terbukti efektif untuk mengendalikan hepatitis virus, mulai dari vaksin hepatitis B, metode diagnosis yang akurat, pengobatan yang mampu menyembuhkan hepatitis C, hingga terapi jangka panjang untuk hepatitis B. Tantangan utama kini bukan lagi ketersediaan teknologi, melainkan memastikan seluruh masyarakat dapat mengakses layanan tersebut secara adil dan merata.
Dalam kampanye tahun ini, WHO menyerukan agar bukti ilmiah yang telah tersedia diterjemahkan menjadi tindakan nyata melalui komitmen politik yang lebih kuat, investasi berkelanjutan, serta perluasan layanan kesehatan yang inklusif.
WHO juga menekankan lima pesan utama dalam peringatan Hari Hepatitis Sedunia 2026. Pertama, memanfaatkan ilmu pengetahuan dan kebijakan yang telah tersedia untuk mempercepat eliminasi hepatitis. Kedua, menempatkan masyarakat dan komunitas sebagai pusat dalam setiap program pemberantasan hepatitis agar layanan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ketiga, memastikan akses yang setara terhadap layanan pencegahan, pemeriksaan, pengobatan, dan perawatan hepatitis, terutama bagi kelompok rentan dan masyarakat yang belum terlayani secara optimal. Keempat, mengintegrasikan layanan hepatitis ke dalam sistem pelayanan kesehatan primer dan cakupan kesehatan universal sehingga layanan dapat diakses sepanjang siklus kehidupan.
Sementara itu, pesan kelima menekankan pentingnya mempercepat penelitian dan inovasi, termasuk pengembangan teknologi pencegahan, deteksi dini, serta pengobatan hepatitis virus, khususnya untuk koinfeksi hepatitis B dan hepatitis D.
Dalam materi kampanyenya, WHO juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya eliminasi hepatitis. Langkah yang dianjurkan meliputi melakukan tes hepatitis B dan C, mengikuti vaksinasi hepatitis B, memastikan bayi baru lahir menerima vaksin hepatitis B dosis lahir dalam waktu 24 jam, serta mencari informasi yang benar mengenai hepatitis agar dapat membantu mengurangi stigma terhadap penyandang penyakit tersebut.
Selain itu, pemeriksaan hepatitis B secara rutin pada layanan antenatal serta pemberian profilaksis antivirus bagi ibu hamil yang memenuhi indikasi juga didorong sebagai bagian dari strategi eliminasi penularan HIV, hepatitis, dan sifilis dari ibu ke anak.
| Baca juga: Bali Deklarasikan 100 Persen Memilah Sampah |
Bagi komunitas dan organisasi masyarakat sipil, WHO mendorong peningkatan advokasi terhadap komitmen politik, pendanaan, dan akuntabilitas pemerintah dalam program pemberantasan hepatitis. Komunitas juga diharapkan memperkuat edukasi publik, menghapus stigma dan diskriminasi, serta membangun kemitraan dengan pemerintah, tenaga kesehatan, dan organisasi internasional agar layanan hepatitis semakin berpusat pada kebutuhan masyarakat.
WHO juga menegaskan pentingnya melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan memperkuat sistem data kesehatan sebagai dasar pengambilan kebijakan sekaligus meningkatkan akuntabilitas dalam pencapaian target eliminasi hepatitis.
Melalui peringatan Hari Hepatitis Sedunia 2026, WHO berharap seluruh negara dapat mempercepat langkah menuju target eliminasi hepatitis virus sebagai ancaman kesehatan masyarakat dengan memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal dalam memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....