Dibalik Prestasi Anak, Ada Kesehatan Mental yang Perlu Dijaga

  • 04 Jul 2026 06:15 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID,Denpasar-Prestasi akademik maupun nonakademik sering menjadi tolok ukur keberhasilan seorang anak. Namun di balik berbagai pencapaian tersebut, ada satu hal yang tidak boleh luput dari perhatian, yakni kesehatan mental. Anak yang tampak berprestasi belum tentu terbebas dari tekanan, terutama jika tuntutan dari lingkungan dan keluarga lebih besar daripada ruang yang diberikan untuk mengekspresikan perasaannya.

Dalam acara Rahajeng Bali pada Jumat, 3 Juli 2026, Komisioner KPAD Provinsi Bali, Lilik Ismurtono Santoso, S.Sn., S.Pd., mengingatkan bahwa orang tua perlu memahami harapan dan kebutuhan anak, bukan hanya berfokus pada hasil yang ingin dicapai. "Sering kali harapan orang tua tidak sejalan dengan harapan anak. Ketidaksinkronan ini dapat menjadi tekanan yang memengaruhi kondisi psikologis mereka," ujarnya.

Menurutnya, anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa aman untuk berbicara, termasuk ketika mengalami kegagalan atau tekanan. Oleh karena itu, komunikasi yang hangat dan terbuka di dalam keluarga menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan mental anak sekaligus membangun rasa percaya diri mereka.

Psikolog Puspaga Dharma Negara Kota Denpasar, A. A. Galah Gumilang, S.Psi., Psikolog, menambahkan bahwa setiap fase pertumbuhan anak hanya terjadi sekali. Orang tua diharapkan memanfaatkan setiap kesempatan untuk hadir dalam kehidupan anak, bukan hanya sebagai pengarah, tetapi juga sebagai pendengar yang baik. Aktivitas sederhana seperti makan bersama, mengobrol, atau mendengarkan cerita anak dapat mempererat hubungan emosional sekaligus menjadi ruang bagi anak untuk menyampaikan apa yang dirasakannya.

Sementara itu, Duta Anak Kota Denpasar 2026, Komisi Kesehatan, Ni Kadek Prema Jyothi Sai Prasanthi,, mengatakan tidak semua anak mampu mengungkapkan persoalannya kepada orang tua. Karena itu, Forum Anak Kota Denpasar menghadirkan program Teman Ceria (Cerita Anak Denpasar) sebagai wadah bagi anak-anak untuk berbagi cerita dengan teman sebaya dan memperoleh pendampingan apabila diperlukan.

Para narasumber sepakat bahwa keberhasilan anak tidak hanya diukur dari nilai rapor, piala, atau prestasi yang diraih. Kesehatan mental yang terjaga, rasa percaya diri, kemampuan mengelola emosi, serta hubungan yang harmonis dengan keluarga merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang anak yang sehat.

Di tengah persaingan yang semakin ketat, orang tua diharapkan tidak hanya memberikan dorongan untuk berprestasi, tetapi juga memastikan anak tetap merasa dicintai dan diterima apa adanya. Sebab, anak yang tumbuh dengan kesehatan mental yang baik akan lebih siap menghadapi tantangan hidup dan mampu mengembangkan potensinya secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....