Jokes Bapak-bapak Ternyata Menyehatkan Otak dan Emosi
- 01 Jul 2026 11:10 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Lelucon khas bapak-bapak yang kerap dianggap receh dan garing ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan otak. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa candaan berbasis permainan kata atau plesetan dapat merangsang kemampuan berpikir, mengurangi stres, hingga mempererat hubungan sosial.
Temuan tersebut diungkap dalam studi yang dipublikasikan di PsyArXiv oleh psikolog Paul J. Silvia dari University of North Carolina at Greensboro dan Meriel I. Burnett dari University of Massachusetts Amherst. Penelitian itu menyebutkan bahwa dad jokes memiliki struktur sederhana, mudah dipahami, dan mengandalkan permainan kata sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kelompok usia.
Menurut para peneliti, kesederhanaan lelucon tersebut membuatnya lebih mudah diterima dibandingkan komedi yang membutuhkan konteks atau referensi tertentu. Hal itu membuka ruang bagi terciptanya interaksi dan tawa bersama lintas generasi.
Selain menghibur, tertawa juga memberikan dampak positif bagi tubuh. Saat seseorang tertawa, kadar hormon stres seperti kortisol dan epinefrin menurun, sementara hormon yang berkaitan dengan rasa bahagia, seperti dopamin, serotonin, dan endorfin, meningkat.
Temuan itu diperkuat melalui tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam PLOS One pada 2023. Kajian tersebut menemukan bahwa satu sesi tertawa mampu menurunkan kadar kortisol hingga lebih dari 36 persen. Penurunan hormon stres tersebut turut mengaktifkan korteks prefrontal, bagian otak yang berperan dalam proses berpikir, pemecahan masalah, dan pengolahan ide yang kompleks.
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa kemampuan memahami permainan kata berkaitan dengan kecakapan verbal, kreativitas, serta kemampuan menghubungkan berbagai makna dalam bahasa.
Pakar perkembangan anak usia dini dari Middlesex University, Jacqueline Harding, mengatakan tawa menjadi cerminan aktivitas otak yang sedang belajar, membangun hubungan, dan berkembang.
Dalam bukunya The Brain That Loves to Laugh, Harding menjelaskan bahwa kegembiraan merupakan proses biologis yang membantu anak menghadapi tekanan, membangun ketahanan mental, serta meningkatkan kesiapan untuk belajar.
Ia juga menilai humor dan harapan bukan sekadar pelengkap kehidupan, melainkan bagian penting dalam mendukung perkembangan yang sehat.
Manfaat tertawa tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga dalam hubungan keluarga. Berbagi tawa dapat meningkatkan produksi oksitosin, hormon yang berperan mempererat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Selain itu, tertawa bersama membantu proses co-regulation, yaitu kemampuan mengelola emosi melalui interaksi sosial yang positif. Proses ini dinilai dapat membantu seseorang mengurangi stres sekaligus membangun rasa aman dan kedekatan dengan orang lain.
Dengan demikian, lelucon khas bapak-bapak yang selama ini sering dipandang sederhana ternyata memiliki nilai lebih dari sekadar hiburan. Di balik plesetan dan candaan ringan, terdapat manfaat yang dapat mendukung kesehatan otak, kesejahteraan emosional, serta memperkuat hubungan sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....