HANI 2026 Dorong Kesehatan dan Keadilan Beriringan
- 02 Jun 2026 11:14 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Dunia kembali memperingati Hari Anti Narkoba Internasional atau International Day Against Drug Abuse and Illicit Trafficking pada Jumat 26 Juni 2026. Peringatan yang digagas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini menjadi momentum global untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan pemberantasan peredaran gelap narkotika. Tahun ini, peringatan mengusung tema "Kesehatan untuk Keadilan, Keadilan untuk Kesehatan", yang menekankan pentingnya sinergi antara sektor kesehatan dan sistem peradilan dalam menangani persoalan narkoba.
Hari Anti Narkoba Internasional diperingati setiap tanggal 26 Juni berdasarkan Resolusi 42/112 Majelis Umum PBB yang ditetapkan pada 7 Desember 1987. Peringatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap dampak buruk penyalahgunaan narkoba serta memperkuat kerja sama internasional dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Tema tahun 2026 menyoroti keterkaitan erat antara kesehatan masyarakat dan penegakan hukum. Pendekatan yang diusung tidak hanya berfokus pada pemberantasan jaringan peredaran narkoba, tetapi juga memastikan para korban penyalahgunaan memperoleh akses terhadap layanan kesehatan, rehabilitasi, serta perlindungan hak asasi manusia. Pendekatan terpadu tersebut dinilai penting untuk menciptakan penanganan masalah narkoba yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Di Indonesia, peringatan ini lebih dikenal sebagai Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama berbagai pemangku kepentingan secara rutin menggelar kampanye edukasi, sosialisasi, dan kegiatan pencegahan di berbagai daerah. Upaya tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahaya narkoba sekaligus memperkuat ketahanan keluarga dan lingkungan sosial.
Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional 2026 menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat. Melalui kolaborasi antara sektor kesehatan, pendidikan, hukum, dan masyarakat, diharapkan tercipta generasi yang tangguh serta masa depan yang bebas dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....